Bom Atom di Nagasaki Terjadi Pada 9 Agustus

  • 08 Agt 2025 18:35 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Tanggal 9 Agustus, dunia mengenang salah satu peristiwa tragis sepanjang sejarah manusia. Tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945, Amerika Serikat meluluh lantahkan kota Nagasaki, Jepang dengan bom atom.

Peristiwa tersebut terjadi tiga hari setelah serangan pertama Amerika Serikat di kota Hirosima, yakni tanggal 6 Agustus 1945. Melansir dari Wikipedia, bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hirosima dijuluki dengan sebutan “Little Boy”.

Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman meminta Jepang menyerah 16 jam kemudian dan memberi ancaman akan "hujan kehancuran dari udara, yang belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi ini." Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, AS menjatuhkan bom "Fat Man" di Nagasaki.

Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, serangan ini menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki, setengahnya kemungkinan tewas pada hari pengeboman. Kemudian bulan-bulan berikutnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi.

Di Hirosima dan Nagasaki, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Kemudian pada tanggal 15 Agustus, setelah pengeboman Nagasaki, Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu.

Tanggal 2 September, Jepang menandatangani instrumen penyerahan diri yang otomatis mengakhiri Perang Dunia II. Peringatan ini mengingatkan tentang kehancuran akibat perang nuklir dan pentingnya menjaga perdamaian dunia.

Untuk mengenang peristiwa tragis tersebut, setiap tahunnya masyarakat Jepang dan dunia internasional menggelar doa bersama dan kunjungan ke museum perdamaian.

Bahkan peringatan ini menjadi momentun untuk menyuarakan pelucutan senjata nuklir.

Rekomendasi Berita