JKPI 2026 Angkat Pusaka Ternate Warisan Dunia
- 13 Des 2025 14:32 WIB
- Ternate
KBRN,Ternate: Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026 di Kota Ternate dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dengan target menghadirkan ribuan peserta. Kegiatan ini mengusung tema “Pusaka Ternate, Pusaka Dunia.”
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan hal tersebut saat dialog interaktif di Studio RRI Ternate dengan tema “Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2026: Menuju Simposium Pulau Penghasil Rempah.”
Rizal menjelaskan, tema JKPI 2026 selaras dengan semangat pelestarian pusaka yang juga diangkat pada peringatan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775. Selain peserta dari luar daerah, Pemerintah Kota Ternate turut mengundang seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara, serta menampilkan tarian tradisional khas daerah.
Dikatakan nantinya pameran UMKM direncanakan tidak terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar hingga ke kecamatan hingga ke Pulau Hiri. Peserta juga akan diarahkan mengikuti rangkaian kegiatan di Pulau Hiri untuk mempromosikan destinasi wisata, seperti Gurabala (batu berlubang) dan potensi wisata lainnya.
“Peserta nantinya akan berkumpul di Benteng Oranje, dengan penampilan budaya yang dipusatkan di depan Kedaton Kesultanan Ternate,” kata Rizal, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan, nuansa rempah akan langsung dirasakan peserta sejak tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate. Hotel-hotel juga akan menyajikan kopi rempah dan sirup pala sebagai memperkenalkan kota rempah.
“Mulai dari bandara, peserta sudah mencium aroma rempah. Ini menjadi kekuatan yang akan kami kemas secara rapi,” ujarnya.
Menurut Rizal, Ternate menawarkan keunikan tersendiri dibanding kota penyelenggara JKPI sebelumnya, seperti Yogyakarta. Kekayaan sejarah, budaya, dan destinasi wisata di Ternate dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Ternate punya potensi besar untuk dikemas menjadi sumber pendapatan masyarakat. Destinasi seperti Foramadiahi, jika dikelola dengan baik, tidak hanya memberi manfaat bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya.
Rizal menegaskan, JKPI 2026 akan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga komunitas budaya. Dan Sosialisasi khusus akan dilakukan kepada pelaku UMKM dan pariwisata agar siap menyambut peserta.
Kesultanan Ternate juga akan dilibatkan sebagai representasi utama budaya lokal. Mendorong pelaksanaan Simposium Pulau-Pulau Penghasil Rempah sebagai pembeda dari penyelenggaraan sebelumnya.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberi dampak ekonomi yang luas. Kami berharap dukungan penuh seluruh stakeholder dan masyarakat,” ujar Rizal, mengakhiri.