Program Listrik Desa Sasar Wilayah 3T di Maluku Utara

  • 27 Apr 2025 20:12 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Upaya pemerataan akses energi di Maluku Utara kian diperkuat melalui sinergi antara PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dalam audiensi bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda pada Sabtu (26/4/2025), PLN memaparkan roadmap strategis program Listrik Desa (Lisdes) yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, menegaskan komitmen PLN untuk mewujudkan pemerataan energi di Maluku Utara. Program Listrik Desa adalah langkah nyata untuk menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri.

"Listrik bukan sekadar cahaya, tetapi membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam roadmap yang disusun untuk periode 2025–2029, PLN menargetkan penyambungan listrik ke ratusan desa secara bertahap. Pada 2025, direncanakan 19 desa dengan 1.675 pelanggan akan teraliri listrik. Target ini berlanjut hingga tahun 2029, dengan total sambungan listrik mencapai puluhan ribu pelanggan baru di berbagai wilayah terpencil.

Meski menghadapi tantangan berat, seperti medan geografis yang ekstrem dan keterbatasan infrastruktur, PLN terus mendorong pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta gardu distribusi. Selain itu, solusi inovatif seperti penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan mikrohidro juga diterapkan untuk mengatasi hambatan geografis.

“Tantangan besar tidak menyurutkan semangat kami. Koordinasi lintas sektoral dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program Lisdes,” kata Awat.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyambut baik langkah PLN ini dan menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan. Ia menilai program Lisdes memiliki dampak langsung terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya di bidang ekonomi dan pendidikan.

“Energi adalah kunci utama kemajuan. Dengan akses listrik yang merata, kami optimistis pembangunan di daerah terpencil akan lebih cepat dan merata. Pemprov Maluku Utara juga berkomitmen membantu biaya penyediaan dan pemasangan listrik untuk masyarakat pra-sejahtera sesuai regulasi,” kata Gubernur Sherly.

Rekomendasi Berita