Gubernur Kaltara : Mangrove Penting Bagi Mitigasi Perubahan Iklim

  • 12 Feb 2026 16:41 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO. ID, Tanjung Selor - Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan menjadi saksi pentingnya komitmen menjaga lahan basah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Di lokasi ini, Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. menyambut langsung kedatangan Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. dalam Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Jumat (6/2/2026).

Gubernur Zainal menyampaikan bahwa kehadiran Menhut menjadi dorongan semangat bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga dan melestarikan ekosistem lahan basah sebagai bagian penting dari keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa Kaltara memiliki kekayaan alam yang sangat besar, khususnya ekosistem mangrove di sepanjang pesisir yang berperan strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi wilayah dari abrasi, serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik.

“Mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon lebih besar dibandingkan hutan daratan,” kata gubernur, belum lama ini.

Menurutnya, upaya pelestarian mangrove ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan serta komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi karbon.

Zainal A Paliwang juga memperkenalkan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan sebagai ‘benteng alam’ di tengah kawasan perkotaan. Kawasan seluas 22 hektare ini menjadi rumah bagi 15 jenis mangrove serta satwa endemik Bekantan (Nasalis larvatus). “Populasi Bekantan di kawasan ini saat ini mencapai 41 individu yang terbagi dalam tiga kelompok,” jelasnya.

Ia pun berharap dukungan Kementerian Kehutanan, baik dari sisi penganggaran maupun pengembangan infrastruktur untuk mendorong Kaltara menjadi pusat mangrove dunia. Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. (Esti/sti)

Rekomendasi Berita