IBBC 2025, Sinergi Akademik Borneo Mendorong Transformasi Bisnis
- 13 Okt 2025 20:53 WIB
- Tarakan
KBRN, Kinabalu : International Borneo Business Conference (IBBC) 2025 resmi digelar pada 9–10 Oktober 2025 di Universiti Malaysia Sabah (UMS). Konferensi bergengsi ini merupakan hasil kolaborasi antara Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), serta sejumlah universitas mitra dari Indonesia, termasuk Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Syiah Kuala, Universitas Lampung, dan beberapa universitas lainnya.
Acara yang mengusung tema “Harnessing AI Technology for Business Advantage” ini menjadi wadah penting bagi akademisi, peneliti, dan praktisi bisnis untuk mendiskusikan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong inovasi dan daya saing bisnis di era digital.
Sebagai pembicara utama (keynote address), Prof. Datuk Dr. Kasim Mansur, Vice-Chancellor Universiti Malaysia Sabah, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI secara strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mempercepat transformasi bisnis di kawasan Borneo dan Asia Tenggara.
Baca juga : Pengabdian Masyarakat: Transformasi Limbah Udang Menjadi Produk Bernilai
“Teknologi AI bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk mempercepat pengambilan keputusan, efisiensi operasi, dan peningkatan nilai tambah dalam ekosistem bisnis,” ujar Prof. Datuk Dr. Kasim dalam sesi pembukaannya.
Kehadiran akademisi dari berbagai perguruan tinggi Borneo menegaskan semangat kolaboratif lintas negara yang telah terjalin sejak lama melalui Borneo University Consortium. Salah satu perwakilan Akademisi, Ahmad Juliana, Ph.D dari Universitas Borneo Tarakan, menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu diapresiasi karena memperkuat sinergi pendidikan dan penelitian di kawasan perbatasan.
“Kolaborasi seperti ini bukan hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun Borneo sebagai kawasan yang unggul di bidang pendidikan dan ekonomi,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Suddin Bin Lada, Wakil Dekan Faculty of Business, Economics and Accountancy UMS, menegaskan bahwa IBBC 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring riset dan memperdalam kerja sama institusional antara universitas di Malaysia dan Indonesia.
Baca juga : Penduduk Miskin di Bulungan Kalimantan Utara Masih 11.095 Jiwa
Dr. Mohd. Rahimie Bin Abd. Karim, Dekan Faculty of Business, Economics and Accountancy UMS, menyampaikan bahwa konferensi ini memberikan platform strategis bagi para akademisi dan praktisi bisnis untuk berkolaborasi dan menciptakan solusi inovatif dalam mengatasi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
“IBBC 2025 membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara dan institusi dapat memperkuat kapasitas akademik serta menghasilkan ide-ide inovatif untuk mempercepat transformasi bisnis di kawasan ini,” ujar Dr. Mohd. Rahimie Bin Abd. Karim.
Konferensi ini diharapkan dapat melahirkan ide-ide strategis dan penelitian kolaboratif yang berorientasi pada pengembangan ekonomi berbasis teknologi di kawasan Borneo. Dengan semangat “One Borneo, One Vision,” kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas batas negara mampu memperkuat daya saing dan keberlanjutan pembangunan regional.