Lingkungan dan Gengsi Sosial Menyebabkan Prilaku Konsumtif di Lebaran
- 13 Mar 2026 14:02 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingginya tingkat konsumtif masyarakat di hari Raya Idul Fitri disebabkan oleh faktor lingkungan dan gengsi sosial. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk dapat mengontrol diri agar keinginan tidak melebihi kebutuhan.
Pengamat Sosial dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Rianto, mengatakan tanpa disadari faktor lingkungan mempengaruhi seseorang melakukan tindakan konsumerisme saat hari raya idul fitri. Dicontohkannya ketika melihat tetangga membeli sesuatu yang baru, dan dirinya merasa mampu dan menginginkan barang tersebut, maka akan membelinya.
“Hal ini menunjukkan faktor sosiologis, fenomena seperti hal tersebut memang ada di masyarakat,” ujar Rianto, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurutnya, sikap konsumtif masyarakat tersebut juga sebagai cara menunjukkan status sosial seseorang di tengah masyarakat. Terdapat konsep perbandingan sosial, yaitu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang ada di sekitar.
“Ketika orang-orang di sekitar kita tampil dengan gaya dan barang-barang baru, kita juga terdorong untuk memiliki yang sama,” tuturnya.
Maka, menurutnya pengontrolan diri terhadap keinginan yang dirasa tidak perlu sangat penting. Jangan sampai karena keinginan yang berlebihan dan tidak terkontrol menyebabkan seseorang membeli melebihi kebutuhannya.
“Fenomena ini sering kali menimbulkan gengsi sosial. Ketika gengsi sosial muncul, akan timbul tekanan sosial yang mempengaruhi untuk berbelanja lebih meskipun tidak sesuai kemampuan mereka,” katanya.
Kondisi ini, disebabkan oleh kecenderungan sebagaian masyarakat untuk menghindari perbedaan yang mencolok dengan lingkungan demi menjaga keseragaman sosial. Akibatnya mendorong seseorang untuk setidaknya menyamai lingkungan sekitar.