Belum Tiga Bulan Ratusan Kasus Karhutla Terjadi di Bintan
- 13 Mar 2026 08:46 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, mencatat lebih dari 220 kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bahkan, sampai di bulan Ramadan juga masih terjadi karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah mengatakan karhutla tersebut dipicu musim cuaca panas ekstrem. Apalagi saat ini kurangnya intensitas curah hujan di wilayah Pulau Bintan.
“Cuaca panas dan kering, masih berlangsung sesuai yang diprakirakan oleh BMKG. Jadi banyak kasus karhutla,” ujar Ramlah, Jumat 13 Maret 2026.
Adapun wilayah yang titik rawan karhutla di Bintan antara lain, Kecamatan Gunung Kijang, Kecamatan Toapaya dan Kecamatan Teluk Sebong, yang menjadi wilayah atensi titik api BPBD Kabupaten Bintan.
“Kita tetap waspada ada beberapa titik spot api di Bintan, seperti di Toapaya, Teluk Sebong dan Gunung Kijang,” tuturnya.
Ramlah mengimbau masyarakat yang akan membuka lahan perkebunan atau lainnya, sebaiknya tidak dengan cara membakar semak belukar disaat cuaca panas seperti saat ini. Dikhawatirkan api dapat meluas diiringi angin kencang.