Tanggal 18 dan 19 Maret Diprediksi Lonjakan Arus Mudik di Kepri
- 12 Mar 2026 15:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Lonjakan arus mudik pada hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah/ 2026 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diprediksi pada tanggal 18 dan 19 Maret 2026. Sementara untuk lonjakan arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi, mengatakan masa angkutan lebaran dimulai dari hari Jumat, 13 Maret 2026 H -8 lebaran hingga 30 Maret 2026 H+9 lebaran. Pihaknya memprediksi lonjakan penompang arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 hingga 19 Maret 2026. Karena ditanggal tersebut sudah masuk cuti bersama nyepi dan di lanjutkan dengan cuti bersama lebaran.
“Meski tanggal 19 merupakan hari raya nyepi, tapi di Provinsi Kepri tidak terlalu berpengaruh dalam arus mudik lebaran ini,” ujar Junaidi, Kamis, 12 Maret 2026.
Sementara, untuk lonjakan arus balik pada lebaran tahun 2026 di perkirakan pada tanggal 24- 25 Maret 2026. Tanggal tersebut merupakan batas akhir untuk cuti bersama lebaran 2026, sehingga pemudik akan mulai pulang kembali untuk bekerja.
Dimasa arus mudik yang menajdi atensi terkait dengan angkutan barang. Gubernur Kepri sudah menginstruksikan lintasan barang dari tanggal 13 hingga 30 maret hanya diperuntukkan untuk logistik sembako, bencana dan untuk kesehatan seperti ambulan.
Dijelaskannya, pemerintah pusat sendiri memperkirakan pada arus mudik dan balik tahun 2026 terjadi penurunan sekitar 1,75 persen pemudik di Indonesia. Untuk Kepri sendiri pada realisasi arus mudik lebaran tahun 2024 dan 2025 ada penurunan sebesar 38 persen untuk keberangkatan dan 20 persen peningkatan untuk kedatangan.
“Kedatangan lebih banyak karena biasanya masayarakat yang mudik itu, ketika kembali membawa sanak kelauarganya lainnya juga. Jadi pergi satu, balik berdua,” katanya.