MUI: Kerukunan Antarumat Beragama di Tanjungpinang Perlu Dijaga
- 12 Mar 2026 10:08 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kondisi masyarakat yang heterogen. Nilai saling menghargai dan toleransi dinilai menjadi kunci terciptanya kehidupan yang damai di kota Tanjungpinang, Kamis, 12 Maret 2026.
Ketua Umum MUI Kota Tanjungpinang, Prihatmy Eko Diantoro, mengatakan, masyarakat perlu saling menghargai keyakinan satu sama lain serta menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap tenggang rasa juga penting agar tidak muncul perbedaan yang memicu jarak atau kesenjangan di tengah masyarakat.
”Jangan ada kelompok-kelompok tertentu, sehingga menciptakan gap,” ujar Prihatmy Eko Diantoro.
Eko menjelaskan, masyarakat dianjurkan untuk tetap menjalin pergaulan dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang agama, suku, warna kulit, maupun golongan. Menurutnya, hubungan sosial seperti berdagang, bekerja sama, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya harus tetap dilandasi semangat saling menguntungkan dan nilai kemanusiaan.
“Nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta rasa senasib sepenanggungan perlu terus dijaga agar tidak terjadi konflik hanya karena perbedaan,” ucapnya.
Selain itu, pentingnya menjaga tutur kata serta sikap sopan santun dalam berinteraksi dengan sesama. Hal tersebut dinilai dapat menciptakan suasana yang damai dan harmonis di tengah kehidupan masyarakat Tanjungpinang.
”Menjaga tutur kata yang baik ya sopan santun kepada sesama ini penting sekali,” tuturnya.
Hingga saat ini, kondisi toleransi antarumat beragama di Kota Tanjungpinang masih terjaga dengan baik. Meski dalam kehidupan sosial terkadang muncul perbedaan pendapat, namun hal tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang berarti.
Ia menambahkan, bahwa masyarakat di kota Tanjungpinang masih menjunjung tinggi nilai kebinekaan sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Ia berharap generasi muda dapat meneruskan sikap toleransi yang selama ini telah dicontohkan oleh para orang tua melalui semangat gotong royong dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
”Saya berharap generasi muda juga mengikuti jejak para orang tua yang sangat toleransi, saling tolong-menolong satu sama lain,” katanya, mengakhiri.