KSOP Tanjungpinang, Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 1447H

  • 10 Mar 2026 20:54 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang menyatakan kesiapan dalam menghadapi arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi laut selama Lebaran 2026.

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febrianto Dian Iskandar, mengatakan posko angkutan Lebaran akan dilaksanakan sesuai instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Posko tersebut akan berlangsung selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

“Pelaksanaan posko angkutan Lebaran dimulai sekitar H-8 hingga H+8 Idulfitri, atau sekitar tanggal 13 maret hingga 30 Maret 2026,” kata Febrianto Dian Iskandar, Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan pihaknya telah melaksanakan berbagai rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di pelabuhan. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan armada, sarana prasarana, serta fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjungpinang.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan terkait kesiapan armada dan fasilitas di Terminal Sri Bintan Pura serta Pelabuhan RoRo Dompak,” ujarnya.

Dalam menghadapi arus mudik tahun ini, KSOP juga memastikan ketersediaan armada penyeberangan. Puluhan kapal telah disiapkan untuk melayani penumpang pada rute domestik maupun internasional.

“Kami menyiapkan sekitar 42 armada yang standby serta lima armada cadangan untuk melayani trayek domestik maupun internasional,” katanya.

KSOP juga telah melakukan uji petik terhadap sejumlah armada sejak bulan Februari kemarin. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan pelayaran.

“Uji petik kapal sudah kami lakukan sejak Bulan Februari, sekitar delapan armada yang telah melaksanakan Uji pertik,” ujarnya.

Dirinya mengaatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh awal masa libur sekolah serta kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) oleh Pemerintah.

“Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026 karena bertepatan dengan awal libur sekolah dan kebijakan WFA,” ucapnya.

Sementara itu, arus balik diprediksi terjadi sekitar tanggal 29 Maret 2026. Secara keseluruhan jumlah penumpang diproyeksikan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 1,9 persen dengan total sekitar 166 ribu penumpang yang berangkat maupun datang melalui pelabuhan di Tanjungpinang,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita