Komunikasi Sehat Kunci Cegah Kekerasan Keluarga
- 08 Mar 2026 10:49 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dalam mencegah siklus kekerasan dalam keluarga, Psikolog, Ernila menekankan, pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara anggota keluarga sejak dini. Orang tua perlu memberikan dukungan emosional kepada anak serta menjelaskan batasan dalam hubungan yang sehat, Minggu, 8 Maret 2026.
Ernila mengatakan, komunikasi terbuka seperti deep talk antara orang tua dan anak dapat membantu anak menjadi paham. Sehingga tidak ada bentuk kekerasan yang dapat dibenarkan dengan alasan cinta atau kasih sayang.
”Bagaimana menyatakan bahwa orang tua siap memberikan dukungan terhadap kebutuhan apapun yang mereka butuhkan,” ujar Erlina.
Menurutnya, anak juga perlu diajarkan bahwa setiap individu memiliki hak atas tubuh dan perasaannya sendiri. Dengan pemahaman tersebut, anak akan lebih mampu mengenali hubungan yang tidak sehat di kemudian hari.
”Mengklarifikasi bagaimana hubungan yang sehat itu seperti apa,” ucapnya.
Ernila menjelaskan, pasangan yang akan menikah juga perlu memiliki sejumlah kesiapan psikologis. Hal ini seperti kemampuan mengelola emosi, manajemen stres, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara sehat.
“Kemampuan resiliensi, self regulation, dan manajemen konflik sangat penting agar hubungan rumah tangga tidak dipenuhi dengan kekerasan,” tuturnya.
Ernila menambahkan, bahwa dampak KDRT tidak hanya berupa luka fisik, tetapi juga luka psikis yang bisa bertahan lama. Trauma psikologis bahkan dapat memicu gangguan mental seperti stres pascatrauma atau PTSD, sehingga ia mengimbau kepada korban KDRT untuk berani mencari bantuan, baik keluarga, lingkungan sekitar, maupun psikolog.
“Setiap orang berhak bahagia dan merasa aman dalam hubungan,” katanya, mengakhiri.