Basarnas Tutup Pencarian Dua Korban Banjir Siau

  • 19 Jan 2026 21:53 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Manado - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup operasi pencarian terhadap dua korban yang dinyatakan hilang pascabencana banjir bandang di Kepulauan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Minggu, 18 Januari kemarin.

Kepala Basarnas Manado, George Mercy Randang, mengatakan penghentian operasi pencarian dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

"Pencarian korban telah dilaksanakan selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang hingga total empat belas hari, namun kedua korban belum berhasil ditemukan," ujarnya hari senin, 19 Januari 2026.

Penghentian operasi pencarian ini juga seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir bandang Siau yang secara resmi telah ditutup oleh Bupati Kepulauan Sitaro.

Upaya pencarian dan penyelamatan terhadap dua korban hilang tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, baik dari unsur TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, maupun relawan.

Operasi dilakukan di dua titik utama, yakni pencarian di wilayah perairan laut serta penyisiran di daratan.

Dengan ditutupnya operasi pencarian ini, Basarnas menyimpulkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Kepulauan Siau sebanyak 17 orang, sementara dua orang lainnya dinyatakan hilang atau tidak ditemukan.

Rekomendasi Berita