Remaja Indonesia Mulai Lakukan Kekerasan Ekstrem Berbasis Ideologi
- 24 Nov 2025 19:48 WIB
- Talaud
KBRN, Manado: Masyarakat diminta memahami dan waspada terhadap bentuk kejahatan ekstrem yang berkaitan dengan paham radikalisme maupun tindakan kekerasan.
Kejahatan tersebut kini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga mulai muncul di kalangan anak-anak dan remaja.
Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Joko Dwi Harsono menjelaskan, tindak kejahatan ekstrem dapat dilakukan baik secara berkelompok maupun secara individu.
Perkembangan pola kejahatan ini menunjukkan bahwa metode perekrutan maupun penyebaran ideologi ekstrem kini semakin variatif dan sulit terdeteksi jika tidak ada kewaspadaan sejak dini.
AKBP Joko juga menyoroti fenomena terbaru yang memperlihatkan meningkatnya keterlibatan remaja dalam tindakan ekstremisme.
“Jika sebelumnya kasus-kasus serupa didominasi oleh pelaku dewasa, kini kecenderungan tersebut mulai bergeser,” ujarnya (19/11/2025).
Sebagian pelaku menjalankan aksinya sendiri, sementara lainnya terhubung dengan jaringan terorganisir melalui berbagai platform.
Keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan ekstrem harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama orang tua.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan perilaku, perubahan sikap, serta aktivitas anak baik di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Kasus kekerasan pelajar SMK 72 Jakarta menjadi contoh nyata bahwa potensi radikalisme pada remaja mulai terlihat dan membutuhkan langkah penanganan bersama.