Persoalan BBM di Takengon Picu Kegaduhan, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
- 05 Mar 2026 17:12 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Krisis dan ketidakstabilan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Takengon, Aceh Tengah, menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Antrean panjang di SPBU serta isu kelangkaan BBM menambah kekhawatiran, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Mahasiswa Aceh Tengah Pirmandi menilai pemerintah daerah tidak cukup hanya memberikan imbauan agar masyarakat tidak panik. Menurutnya, diperlukan aturan jelas serta pengawasan ketat terhadap pembelian BBM.
“Yang terjadi saat ini sebenarnya bukan kelangkaan minyak, tetapi adanya oknum yang menimbun untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi," ungkap Pirmandi, Kamis 5 Maret 2026.
"Logikanya, kalau memang langka, para penjual eceran juga tidak akan bisa menyediakan. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan minyak sebanyak itu kalau bukan dari Pertamina atau Pertashop?” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, tanpa aturan dan pengawasan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat yang harus mengantre panjang.
Selain itu, dugaan praktik penimbunan oleh oknum tertentu dapat merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Pirmandi menegaskan, pemerintah perlu segera bertindak agar distribusi BBM berjalan adil dan tidak dimanfaatkan sebagai bisnis terselubung oleh pihak-pihak tertentu.