Masa Panen Belum Tiba, Omset Pedagang Jagung Mentah di Takengon Menyusut

  • 10 Mar 2026 16:27 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Musim panen raya kopi di Takegon belum kunjung tiba. Dagangan Abrar Setiadi, sepi pembeli.

Abrar menjual jagung mentah yang di ambil dari Ketol dan Timang Gajah. Saat ini katanya, perhari hanya laku Rp.500 s.d Rp700 ribu dari sebelumnya tembus Rp1 juta perhari.

Selain masa panen kopi kata Abrar, ada faktor lain yang menjadi pemicu; tingginya pengeluaran warga untuk kebutuhan hari raya dan pasca musibah banjir akhir November tahun lalu.

“Ini belum panen kopi lagi kita,” katanya ditemui rri Senin 9 Maret 2026 di lapak penjualannya kawasan Paya Ilang.

Abrar menyebut, harga beli jagung dari agen katanya, berkisar Rp6 s.d 6,5 ribu perkilo. Sementara harga jual 10 ribu per tiga biji.

Abrar mengaku sudah tiga tahun menjual jagung mentah. Hasil dari penjualan itu ia gunakan untuk menyambung hidup dan kebutuhan keluarga.

Abrar beruntung, usahanya masih jalan kendati omset menyusut. Baginya, bersyukur adalah kunci kecukupan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita