Kelangsungan BST Dibahas, Pemkot Solo Dorong Transportasi Terintegrasi
- 13 Mar 2026 17:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta membahas kelangsungan operasional Batik Solo Trans (BST) bersama Dinas Perhubungan, pegiat transportasi, dan pemangku wilayah. Pertemuan tersebut bertujuan memastikan masyarakat Solo dan wilayah Solo Raya mendapatkan layanan transportasi yang aman dan terintegrasi.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan pemerintah mendengarkan berbagai masukan dari Forum Transportasi Kota Solo. Masukan tersebut berkaitan dengan pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi di kawasan Solo Raya.
Menurut Respati, pengembangan transportasi publik tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kota Surakarta. Kerja sama dengan wilayah sekitar diperlukan untuk memperkuat konektivitas layanan transportasi.
“Kami mendengarkan masukan dari forum transportasi Kota Solo terkait integrasi transportasi. Ini membutuhkan kerja sama dengan wilayah lain agar warga Solo maupun Solo Raya mendapatkan transportasi yang layak,” kata Respati setelah pertemuan di Kantor Dinas Perhubungan Jumat, 13 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga membahas skema pembiayaan operasional BST ke depan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan potensi pendapatan non-tarif, termasuk dari sektor iklan pada armada.
Respati menjelaskan transportasi publik pada umumnya tidak berorientasi pada keuntungan. Pemerintah tetap berkomitmen memberikan subsidi agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi yang terjangkau.
“Transportasi publik yang dikelola pemerintah tidak ada yang benar-benar untung. Semua membutuhkan subsidi agar masyarakat bisa mendapatkan transportasi yang murah dan layak,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap layanan BST dapat terus berjalan dan berkembang. Langkah ini dilakukan untuk mendukung sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat Solo dan sekitarnya. (Diqi /Wida)