Merbabu Art Fest ke-6 Siap Digelar, Targetkan Jadi Ikon Event Senbudnas
- 13 Mar 2026 14:02 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Boyolali – Event seni budaya Merbabu Art Fest kembali digelar pada 2026.
Memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan, festival yang berakar dari masyarakat Desa Sampetan ini akan dikemas lebih besar dengan melibatkan berbagai lokasi di Kabupaten Boyolali serta rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir tiga bulan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetya Ningsih, mengatakan Merbabu Art Fest awalnya merupakan inisiatif masyarakat Desa Sampetan yang digagas melalui Yayasan Merbabu Paku Nusantara.
“Dari tahun pertama sampai kelima, kegiatan masih terpusat di wilayah Sampetan. Namun pada penyelenggaraan tahun keenam ini skalanya diperluas, tidak hanya di desa tetapi juga merambah pusat Kabupaten Boyolali. Harapannya ke depan bisa menjadi ikon event nasional,” ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.
Rangkaian kegiatan Merbabu Art Fest dijadwalkan berlangsung mulai 4 Juni hingga 22 Agustus 2026. Pembukaan akan diawali kegiatan niti tilas atau napak tilas yang dikolaborasikan dengan peringatan Hari Jadi Boyolali.
Selanjutnya, pada 5 Juni akan digelar panggung pertunjukan di kawasan Simpang Siaga Boyolali. Berbagai kegiatan seni, budaya, dan festival daerah akan menjadi bagian dari rangkaian acara hingga puncak festival pada 22 Agustus 2026.
Acara penutupan rencananya digelar meriah di Stadion Pandanaran Boyolali dengan menghadirkan sejumlah musisi ternama, di antaranya Denny Caknan dan Niken Salindry, serta beberapa penampil lainnya.
Pemerintah Kabupaten Boyolali juga memberikan dukungan penuh melalui sejumlah kegiatan yang dikolaborasikan dalam festival tersebut, seperti Festival Soto, karnaval budaya, napak tilas, hingga Festival Tungguk Tembakau.
“Harapannya tentu untuk kemajuan kebudayaan di Kabupaten Boyolali. Pariwisata budaya dan alam harus berjalan beriringan. Bahkan nanti juga ada kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Budi.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Founder Merbabu Art Fest, Harmoko, menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini terdapat beberapa titik kegiatan utama. Pembukaan akan dipusatkan di Simpang Siaga Boyolali, sementara sejumlah agenda seni tetap berlangsung di kawasan Desa Sampetan.
“Di Sampetan akan ada pameran seni rupa, kegiatan bersih kali, serta pertunjukan tari rakyat. Pameran seni rupa bahkan berlangsung cukup panjang, mulai Juni hingga Agustus,” kata Harmoko.
Selain menghadirkan Denny Caknan dan Niken Salindry, sejumlah musisi lain juga dijadwalkan tampil, seperti Ajeng Febria, Wahyu Arian, dan Abah Lala.
Menurut Harmoko, Merbabu Art Fest tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang bagi para seniman untuk berkarya dan memperkenalkan karya mereka kepada publik.
“Harapan kami, Merbabu Art Fest bisa menjadi tempat bagi para seniman untuk meluncurkan karya, baik lagu maupun karya seni lainnya. Kami ingin orang mengenal Boyolali bukan hanya karena susu atau kerajinan tembaga, tetapi juga karena event seni budaya berskala besar,” ujarnya.
Festival yang berawal dari inisiatif komunitas dan karang taruna Desa Sampetan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Boyolali sebagai daerah yang kaya akan potensi seni, budaya, dan pariwisata. (Kisno/rill)