Mahasiswa Asing UMS Gaungkan Dakwah Internasional di SD Muhammadiyah PK Baturan
- 12 Mar 2026 18:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Nuansa dakwah Internasional mewarnai kegiatan pesantren Ramadhan di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Baturan Colomadu dengan menghadirkan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tengah lingkungan sekolah dasar. Melalui kolaborasi bersama dengan UMS, Alwy Ahmed, mahasiswa asal Kenya Afrika Timur hadir dalam menambah wawasan para siswa, pada Rabu 11 Maret 2026.
Pesantren Ramadhan tersebut diikuti oleh 144 siswa kelas 1-6 pada, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan sekolah yang dirancang dalam mengisi waktu di bulan Ramadhan, sekaligus menghadirkan pengalaman religius dan sosial yang berkesan bagi peserta didik.
Kegiatan dakwah internasional yang menghadirkan dai luar negeri di lingkungan sekolah dasar berlangsung meriah dan penuh antusias. Pendamping kegiatan dari UMS, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., menyampaikan bahwa program tersebut berjalan lancar setelah dirinya mendapat amanah dari Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan, M.Ag. Ia ditugaskan untuk mencari sekaligus mendampingi dai internasional yang akan berinteraksi langsung dengan para siswa.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Sebelumnya saya sebagai pendamping dari UMS diberi amanah oleh Wakil Rektor III untuk mencari sekaligus mendampingi ustadz dari luar negeri,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Kamis 12 Maret 2026.

Fika menjelaskan bahwa dirinya kemudian menghubungi Alwy Ahmed karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan akademik.
Menurutnya, Alwy juga memiliki ketertarikan besar dalam mendalami Islam dan pemikiran Muhammadiyah, bahkan telah menulis empat buku serta sejumlah publikasi ilmiah. Dalam kegiatan tersebut, antusiasme siswa sekolah dasar terlihat sangat tinggi melalui berbagai aktivitas interaktif seperti sambung ayat, berbagi cerita tentang hobi, hingga diskusi ringan mengenai budaya Indonesia.
Bagi Alwi, kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Berbagi cerita dengan perbedaan praktik Ramadhan lintas budaya membangkitkan kembali kenangan masa kecil dan sejalan dengan minatnya untuk terlibat dalam literasi serta edukasi anak.
“Saya merasa sangat senang. Dan sebenarnya ini mengingatkan saya dari kecilku, dan saya benar-benar suka berinteraksi dengan anak-anak. Saya benar-benar suka lebih terlibat dalam literasi dan edukasi anak-anak, dan saya merasa sangat senang dengan para pelajar sangat kooperatif,” jelasnya.
Suasana sesi interaksi semakin meriah ketika Alwy mengajak para siswa menyanyikan lagu Cinta Rasul yang dipopulerkan oleh Hadad Alwi, sehingga menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
“Saya sangat berharap bisa mengunjungi sebanyak mungkin sekolah, karena saya sangat suka pergi ke sekolah dan saya suka menjadi sukarelawan di masyarakat,” harapnya.

Menanggapi kegiatan ini, Kepala sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu, Hervian Prasetyo, M.Pd., menuturkan bahwa konsep pesantren Ramadhan dilaksanakan dengan menghadirkan suasana di pondok pesantren. Dengan menghadirkan dari luar negeri menjadi bagian dari strategi membangun wawasan global kepada siswa dan menambah pengetahuan mengenai Islam tidak sebatas Indonesia.
“Ternyata nggak hanya Indonesia saja, ternyata meskipun di pelajaran itu mungkin sudah dikenalkan negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, Eropa, terus Asia Timur dan lain sebagainya, ternyata orang itu bisa didatangkan sama sekolah, terus mungkin memunculkan motivasi lebih ke suatu saat aku tak ingin kesana juga lah dan lain sebagainya,” tuturnya yang juga alumni S1 dan S2 UMS itu.
Dalam pelaksanaannya, pesantren Ramadhan diisi serangkaian ibadah dan aktivitas, mulai dari buka puasa bersama, Tarawih berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an, hingga sahur bersama, dan ditutup dengan shalat Subuh berjamaah. Pola kegiatan satu malam ini telah disesuaikan dengan siswa, namun tetap mempertahankan nuansa kedisiplinan, kebersamaan, dan kemandirian sebagaimana di pondok.
Melalui sinergi antara program pesantren Ramadhan dan kehadiran dai mahasiswa asing, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman, memperluas wawasan global siswa, sekaligus memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi lintas negara. (Edwi/Rill)