Menteri-P3A Sebut Kekerasan Anak Meningkat Hampir 14.000 Kasus

  • 13 Jul 2025 22:05 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Arifatul Choiri Fauzi menyebut angka kekerasan terhadap anak meningkat signifikan.

Arifatul Fauzi mengatakan sejak Januari hingga 14 Juni 2025 tercatat 11.875 kasus kekerasan anak. Kekerasan itu melonjak mendekati 14.000 kasus hingga 7 Juli 2025.

Kondisi ini disampaikan Arifatul Choiri Fauzi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (12/7/2025) malam.

"Angka kekerasan ini yang berani melaporkan, dan yang tidak melaporkan lebih banyak," katanya kepada wartawan.

Arifatul Fauzi mengatakan kasus terbanyak bervariatif, ada di beberapa provinsi tertentu karena jumlah penduduk juga tinggi. Termasuk di Jawa Tengah kasus kekerasan anak mencapai 700 kasus sepanjang 2025.

Menurut analisa Kementerian P3A, terjadinya kekerasan anak karena faktor pola asuh keluarga, kedua penggunaan handphone yang tidak bijaksana dan yang ketiga adalah faktor lingkungan. Kasus kekerasan anak ini bak fenomena gunung es.

"Tingginya kasus ini satu sisi keberhasilan sosialisasi dari Kementerian P3A, sehingga ketika yang mengalami dan melihat kekerasan tak segan berani bicara dan melaporkan," ujar dia.

Di satu sisi tingginya angka kekerasan perempuan dan anak itu menjadi keprihatinan bersama. Pihaknya mengajak semua pihak untuk mencari solusi dan pencegahan bersama.

"Oleh karena itu kami dari kementerian perempuan bersama stakeholder pemerintah daerah bersama sama menjadi tugas semua bergandengan tangan semua pihak. Kita bergandengan tangan agar persoalan ini terselesaikan," pintanya.

Dalam Kunjungannya ke Sragen Menteri P3A sempat bertemu korban kekerasan seksual anak di kecamatan Jenar. Pihaknya memastikan korban dan keluarga dalam kondisi baik. Pihaknya juga memastikan korban mendapatkan hak-haknya sebagai anak termasuk dalam pendidikan.

"Peraturan perundangan bahwa kita harus memprioritaskan bagaimana korban dalam hal ini anak-anak, kita mengupayakan yang terbaik agar hak-hak anak tetap terpenuhi," ucap dia lagi.

Pihaknya juga memastikan keluarga korban menerima bantuan dari kementerian P3A, dari Pemprov, dan Kabupaten. Fauzi mengapresiasi kepada masyarakat Sragen khususnya Kecamatan Jenar.

"Ini sulit dicari mana-mana, di Jenar ini kepedulian masyarakat sangat tinggi. Justru dari masyarakat ini ada keinginan agar mereka si korban tetap bisa mendapatkan perhatian yang baik. Ini sulit sekali kita temukan, bagimana kepala desa dan masyarakatnya punya kepedulian empati dan bersama-sama bisa menyelesaikan mencar solusi." MI

Rekomendasi Berita