120 Orang Jamaah Umroh Solo yang Tertahan di Tanah Suci, Kembali dengan Selamat

  • 05 Mar 2026 09:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 120 orang jamaah sempat tertahan di Tanah Suci akibat konflik AS- Israel melawan Iran, sehingga mengalami penundaan penerbangan. Namun akhirnya mereka bisa kembali ke tanah air dengan selamat.

Pemerintah Kota Surakarta memastikan hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Sehingga warga Solo yang tengah menjalankan ibadah Umroh maupun yang akan berangkat tidak terdampak langsung oleh konflik Timur Tengah.

Hal itu disampikan Walikota Surakarta Respati Ardi usai pertemuan dengan sejumlah Asosiasi Penyelenggara Biro Haji dan Umroh, Rabu 4 Maret 2026 di Biro Umroh dan Haji, Dewangga . Pertemuan tersebut untuk memantau dampak perang di Timur Tengah.

Respati mengatakan kondisi keberangkatan dan kepulangan jamaah umroh saat ini berangsur normal. Pemkot terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh serta pihak maskapai untuk memastikan keselamatan warga Solo.

"Alhamdulillah 120 warga Solo yang sempat tertahan 2- 3 hari sudah berangsur kembali dan lancar ke Solo. Sudah bertemu dengan keluarganya," kata Respati.

Wali Kota Surakarta meminta bagi warga yang masih memiliki kendala terutama yang berdomisili di Solo untuk berkomunikasi dengan dirinya atau Pemkot . Pihaknya bersama kementerian Haji dan Umroh akan terus mengawal sampai kepulangan dengan baik.

Dalam kesempatan itu Ketua PERPUHI (Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia} juga Direktur Biro Umroh dan Haji Dewangga Solo Her Suprabu, menjelaskan bahwa penundaan terjadi karena pembatalan penerbangan pada hari pertama konflik memanas . Jamaah yang sudah ada di bandara sempat ditarik kembali ke hotel untuk menunggu jadwal baru.

"Yang terpending ada 120 jamaah tapi semua fasilitas kami tanggung. Mulai hotel hingga konsumsi 3 x sehari selama menunggu .sekarang sudah sampai Indonesia semua, " katanya menjelaskan.

Menurut Her Suprabu, penerbangan langsung (Direct Flight) dari Jakarta menuju Madinah maupun Jedah yang dilayani maskapi seperti Garuda, Lion Air dan Saudia Airlines masih berjalan normal.

Hingga hari ini masih terdapat sekitar 120 jamaah asal solo yang berada di Mekah dan Madinah menjalankan ibadah seperti biasa tanpa kendala .

Dewangga menjadwalkan sekitar 25 - 30 kali keberangkatan dengan total 700 jamaah. Meski demikian Her mengakui adanya kerugian akibat pengalihan dan pembatalan penerbangan terutama selisih harga tiket berkisar Rp1 juta - 1,5 juta perj amaah .

Sementara calon jamaah umroh asal Sorogatan Laweyan, Solo Sarifatun menjelang keberangkatannya menunaikan ibadah umroh 26 Maret mendatang . Ia sempat berencana menunda perjalanan bersama keluarganya.

" Karena kami merasa takut setelah mengetahui perkembangan berita di televisi mengenai konflik Timur Tengah, " katanya.

Namun setelah berdiskusi dengan keluarganya untuk membatalkan keberangkatan dan menjadwalkan ulang rencana itu urung dilakukan. Karena seluruh dokumen termasuk Visa telah selesai di proses oleh biro perjalanan. ( SF/Wida)

Rekomendasi Berita