DPP ASITA Apresiasi Presiden Perbanyak Bandara Internasional diDaerah
- 06 Agt 2025 17:20 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (DPP ASITA) menyambut baik permintaan Presiden Prabowo untuk memperbanyak Bandara Internasional di daerah.
Menurut Koordinator Kerjasama DPP Asita Daryono penambahan Bandara Internasional di daerah merupakan angin segar bagi pelaku wisata di wilayah Solo Raya.
Terlebih Solo Raya memiliki Bandara Adi Soemarmo yang dulu berstatus sebagai bandara internasional.Meski terbatas melayani penerbangan internasional untuk keperluan umroh dan haji sekarang. Maka dari itu pihaknya berharap Pemerintah mengembalikan status bandara adi Soemarmo sebagai bandara Internasional.Pengemballian status ini bukan tanpa alasan kata Daryono faktanya saat ini secara reguler bandara Adi soemarmo sudah melaksanakan trafik internasional flight.bahkan secara fasilitas dan SDM sudah sangat mendukung.
"Ya, internasional flight ada terus. fasilitas sampai SDM sudah ada,itu semua mendukung operasional.bahkan kemarin untuk haji ada fast track.Program langsung makkah route itu terbaik lho.Artinya secara fasilitas sarana prasarana maupun SDM Adi soemarmo layak," kata Daryono.
Disamping itu, DPP ASITA sebagi pelaku wisata Jawa Tengah juga sangat mendukung A.Yani Semarang naik statusnya sebagai bandara Internasional.
Daryono menegaskan pengembalian status bandara Adi soemarmo sangat bagus karena semua memenuhi syarat dan ada aktivitas haji- umroh sehingga tidak harus melakukan pengujian sebagai bandara Haji - Umroh tiap tahun.
"yang diuntungkan siapa? masyarakat.Ini harapan kami di sana,solo juga bisa kembali statusnya sebagai bandara Internasional," ujarnya.
Disisi lain Daryono meyakini dengan status bandara internasional akan menjadi kompetisi bagus .Sebagai konsekwensi ,Airline/ maskapai luar akan masuk otomatis akan terjadi sebuah peningkatan performa pelayanan.
Dengan penambahan bandara internasional di daerah kata Daryono konektivitas akan terjadi baik terhadap kunjungan wisatawan maupun pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.Namun hal itu menurut Daryono butuh peran dari pemerintah dan Stakeholder terkait.ia mencontohkan negara Cina yang memberi subsidi sangat besar disetiap provinsinya dalam kampanye untuk mendatangkan turis.(SF)