PSJ UNS Jembatani Pertukaran Budaya Dengan Jepang
- 19 Jun 2025 05:58 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Pusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berikan wadah pertukaran pengalaman bagi anak-anak dari Indonesia dan Jepang.
Kegiatan bertajuk Exchange Experience: Children’s Daily Play between Japan and Indonesia ini mempertemukan anak-anak Kampung Tipes Serengan, Surakarta, dan W Peace Group dari Kurume, Fukuoka, Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (14/6/2025) di Masjid Daruki Hasanah, Kampung Tipes, dan daring melalui Zoom Meeting.
Sebanyak 29 anak dari Kampung Tipes dan 18 anak dari W-Peace Group Jepang turut serta dalam kegiatan ini. Pertemuan bertujuan menjembatani pertukaran budaya melalui diskusi ringan dan aktivitas bermain anak-anak. Tema utama kegiatan adalah keseharian dan permainan tradisional anak-anak di masing-masing negara.
Dr. Eng. Kusumaningdyah mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada Desember 2024 lalu. Pada pertemuan sebelumnya, PSJ bekerja sama dengan komunitas Anak Joglo Bambu, Kelurahan Sumber, Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, tema yang diangkat adalah permainan air di Indonesia dan Jepang.
"W-Peace Group sendiri merupakan daycare yang berbasis di Kota Kurume, Fukuoka, Jepang. Mereka bergerak di bidang pengembangan kepercayaan diri dan kemandirian anak-anak dengan disabilitas perkembangan. Sedangkan Harapan Association adalah asosiasi diaspora Indonesia di Jepang yang aktif dalam pertukaran budaya Jepang dan Indonesia," kata Dr.Kusumaningdyah dalam siaran Persnya yang diterima rri.co.id Rabu(18/6/2025)
Kegiatan dibuka dengan sesi sambutan dan perkenalan antara peserta dari kedua negara. Selanjutnya, masing-masing kelompok anak memperkenalkan keseharian mereka melalui tayangan video pendek.
Anak-anak dari Jepang menampilkan video rekaman kegiatan seperti mengerjakan PR, bermain puzzle block, perosotan, congklak, shogi, dan bermain salju. Sementara anak-anak Indonesia menampilkan video rekaman permainan tradisional seperti engklek, kejar-kejaran, petak umpet, dan main bareng gim daring. Mereka juga memperlihatkan permainan lokal yang terinspirasi dari ojingeo di serial Squid Game.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar peserta. Anak-anak saling bertanya dan berbagi pandangan terhadap kegiatan yang mereka lihat di video. Antusiasme dan rasa ingin tahu tampak dari interaksi yang terjalin secara aktif dan menyenangkan. Setelah sesi diskusi, anak-anak dari masing-masing negara menyanyikan lagu khas budaya mereka. Anak-anak Kampung Tipes menyanyikan lagu anak Indonesia berjudul "Balonku". Sebaliknya, anak-anak Jepang menyanyikan lagu festival Tanabata sebagai pengenalan tradisi musim panas di Jepang.
Ia menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak dalam membangun interaksi lintas negara.
“Keberlangsungan program ini dipercaya akan memberikan wawasan dan pengalaman membekas bagi anak-anak saat berinteraksi dengan peserta baik dari Jepang maupun Indonesia, walaupun hanya bertemu melalui media zoom,” ujar Dr.Eng. Kusumaningdyah.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Reiko Neshige-san dari Harapan Association Jepang. Ia menilai kegiatan ini sangat menyentuh dan penuh kegembiraan.
"Hari ini kami bisa melihat interaksi serta kegembiraan anak anak Kampung Tipes dan W- Peace yang sangat menyentuh hati. Tentunya kegiatan ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami, sampai bertemu di kegiatan-kegiatan berikutnya," ujarnya.