Belum Seumur Jagung, Proyek Irigasi di Sragen Sudah Ambrol

  • 19 Feb 2026 16:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Proyek rehabilitasi irigasi di jalur Gondang menuju Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, menuai sorotan tajam.

Informasi yang dihimpun proyek tersebut baru dikerjakan pada awal tahun 2026. Namun bangunan talud sepanjang ratusan meter tersebut dilaporkan sudah ambrol di beberapa titik.

Selain kualitas yang dipertanyakan, proyek ini juga dituding sebagai "proyek siluman" karena tidak adanya papan nama dan transparansi informasi publik di lokasi pengerjaan.

Pegiat sosial yang juga mantan anggota Formas Sragen, Sri Wahono, mengungkapkan hasil kroscek lapangan yang menunjukkan kerusakan serius pada infrastruktur yang baru saja selesai tersebut. Menurutnya, terdapat dua titik kerusakan utama pada proyek yang memiliki panjang sekitar 500 meter itu.

"Tadi saya ke lokasi, ada dua titik yang ambrol. Satu titik sepanjang 20 meter, dan satu lagi sekitar 50 meter. Jadi kalau ditotal ada 70 meteran yang jebol di lokasi berbeda," ujar Wahono saat dikonfirmasi, Kamis 19 Februari.

Wahono menduga, kerusakan tersebut disebabkan oleh konstruksi yang tidak memenuhi standar, terutama pada bagian kedalaman pondasi.

"Perasaan saya, kedalaman talud itu tidak memadai. Jadi begitu kena terjangan air, bawahnya tidak kuat dan langsung hanyut," katanya menjelaskan.

Selain masalah fisik bangunan, Wahono juga menyoroti ketiadaan papan nama proyek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang seharusnya dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Hal ini membuat masyarakat sulit melakukan pengawasan terhadap anggaran negara yang digunakan.

"Saya cek di lokasi tidak ada papan nama. Padahal proyek masih berjalan atau dalam tahap pengerjaan. Ini betul-betul kayak 'proyek siluman', kita tidak tahu anggarannya berapa, PT-nya apa. Tolong ini disampaikan agar ada kejelasan," kata Wahono. MI

Rekomendasi Berita