Kebenaran Terasa Aneh di Akhir Zaman
- 12 Mar 2026 12:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena ketika nilai-nilai kebenaran justru dianggap aneh semakin sering terjadi di tengah kehidupan masyarakat modern. Kondisi ini menjadi salah satu pembahasan penting dalam siaran Cahaya Ramadan di RRI Pro 4 Surabaya, Rabu 12 Maret 2026.
Dialog yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut menghadirkan narasumber Karnan Baiduri Akbar, Lc, dai dari Persis Jawa Timur. Tema yang diangkat adalah Ketika Kebenaran Dianggap Aneh Saat Akhir Zaman.
Dalam pemaparannya, Karnan Baiduri Akbar menjelaskan bahwa umat Islam perlu memahami tanda-tanda zaman yang telah disampaikan dalam ajaran agama. Ia mengingatkan bahwa kondisi kehidupan saat ini semakin mendekati fase akhir zaman.
“Kita ini seolah sedang memasuki pintu akhir zaman. Karena itu sebagai hamba Allah yang bercita-cita masuk surga, kita harus mempersiapkan diri dengan memperbaiki amal dan tidak ikut-ikutan pada perilaku negatif,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena ketika kebenaran dianggap aneh bukanlah hal baru. Hal tersebut bahkan telah digambarkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
“Nabi menggambarkan bahwa memegang teguh agama di akhir zaman seperti memegang bara api. Rasanya tidak nyaman, tetapi jika dilepas maka agama itu bisa hilang dari diri kita,” kata Karnan.
Ia menambahkan bahwa ukuran benar dan salah sering kali berbeda di tengah masyarakat. Karena itu umat Islam harus menjadikan ajaran Islam sebagai standar dalam menilai sesuatu.
“Setiap orang bisa memiliki ukuran sendiri tentang benar dan salah. Tetapi sebagai muslim kita harus menjadikan standar Islam sebagai tolak ukurnya,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, Karnan juga menyinggung praktik yang kerap dianggap sepele tetapi sebenarnya termasuk dalam perbuatan yang dilarang. Ia mencontohkan unsur perjudian yang terdapat dalam berbagai permainan.
“Definisi judi itu sederhana, yaitu mengeluarkan sebagian harta dengan harapan mendapatkan lebih banyak jika menang. Jika kalah maka harta tersebut akan hilang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena permainan daring yang melibatkan top-up atau taruhan poin. Menurutnya praktik semacam ini mulai banyak dilakukan bahkan oleh anak-anak.
Selain itu, Karnan menilai perkembangan media sosial turut memengaruhi perubahan perilaku masyarakat. Banyak orang melakukan sesuatu demi popularitas di dunia maya.
“Dulu kalau ada orang joget sendiri di jalan mungkin dianggap aneh. Sekarang justru dilakukan lalu diunggah ke media sosial untuk mengejar viral dan popularitas,” tuturnya.
Di akhir dialog, Karnan menegaskan pentingnya sikap istiqamah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia juga mengajak umat Islam untuk tetap bersabar ketika kebenaran yang dipegang terasa berbeda dengan lingkungan sekitar.
“Kalau kita sudah mengetahui bahwa hal ini akan terjadi, maka kita tidak perlu kaget. Kita cukup bersabar dan tetap istiqamah dengan apa yang kita yakini,” katanya mengakhiri