Sukun, Singkong, Ubi Jalar dan Sorgum Jadi andalan Pangan Masa Depan

  • 14 Feb 2026 20:48 WIB
  •  Sungaipenuh

‎RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Di tengah isu krisis pangan global dan perubahan iklim, konsep future food atau pangan masa depan semakin relevan. Menariknya, Indonesia sebenarnya sudah memiliki “harta karun” pangan lokal yang berpotensi menjadi solusi ketahanan pangan: sukun, singkong, ubi jalar, dan sorgum.

Tanaman-tanaman ini bukan hanya mudah dibudidayakan, tetapi juga tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem serta kaya nutrisi. Lantas, bagaimana peluangnya?

Sukun: Sumber Karbohidrat Alternatif‎

Sukun dikenal sebagai tanaman tropis yang mudah tumbuh di berbagai daerah Indonesia. Buahnya kaya karbohidrat dan bisa diolah menjadi berbagai produk seperti keripik, tepung, hingga bahan baku roti.

Keunggulan sukun:

‎ • Produktivitas tinggi dalam satu pohon

‎ • Tahan terhadap kondisi panas

‎ • Bisa diolah menjadi tepung bebas gluten

Dalam konteks future food, tepung sukun berpotensi menjadi alternatif pengganti tepung terigu impor.

‎Singkong: Pangan Rakyat yang Mendunia‎

Singkong atau cassava sudah lama menjadi makanan pokok di berbagai daerah. Selain dikonsumsi langsung, singkong juga bisa diolah menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour) yang kini mulai diminati industri makanan.

Keunggulan singkong:

‎ • Tahan kekeringan

‎ • Mudah dibudidayakan

‎ • Bisa menjadi bahan baku bioenergi

Singkong bahkan disebut-sebut sebagai salah satu komoditas strategis dalam diversifikasi pangan nasional.

‎Ubi Jalar: Superfood Lokal‎

Ubi jalar memiliki kandungan vitamin A, serat, dan antioksidan yang tinggi, terutama varietas berwarna ungu dan oranye.

‎Keunggulan ubi jalar:

• Indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih

‎ • Kaya nutrisi

• Cocok untuk produk olahan modern seperti puree, mie, hingga dessert sehat

Ubi jalar kini banyak dipromosikan sebagai bagian dari pola makan sehat berbasis pangan lokal.

‎Sorgum: Si Tangguh di Lahan Kering‎

Sorgum mulai dilirik kembali sebagai pangan masa depan. Tanaman ini tahan terhadap lahan kering dan minim air, sehingga cocok untuk menghadapi perubahan iklim.

‎Keunggulan sorgum:

• Bebas gluten

‎ • Tinggi protein dan serat

• Bisa diolah menjadi nasi sorgum, tepung, hingga pakan ternak

Beberapa daerah di Indonesia timur mulai mengembangkan sorgum sebagai solusi ketahanan pangan lokal.

‎Mengapa Ini Disebut Future Food?

‎Konsep future food menekankan pada:

• Keberlanjutan (sustainable)

‎ • Ramah lingkungan

• Mengurangi ketergantungan impor

‎ • Mengoptimalkan potensi lokal

Sukun, singkong, ubi jalar, dan sorgum memenuhi kriteria tersebut. Tanaman ini adaptif terhadap iklim tropis Indonesia serta memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan inovasi modern.

Peluang Bisnis dan Ketahanan Pangan‎

Di era tren makanan sehat dan gluten-free, produk berbasis tepung sukun, mocaf, ubi ungu, hingga sorgum memiliki peluang pasar yang besar. UMKM hingga industri besar dapat memanfaatkan momentum ini untuk menciptakan produk inovatif berbasis pangan lokal.

Jika dikelola serius, future food berbasis komoditas lokal bukan hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekspor.

‎Future food tidak selalu harus datang dari laboratorium atau teknologi canggih. Indonesia sudah memiliki sumber pangan alternatif yang kuat dan berkelanjutan. Sukun, singkong, ubi jalar, dan sorgum adalah bukti bahwa masa depan pangan bisa dimulai dari tanah sendiri.

Pertanyaannya, sudahkah kita siap menjadikan pangan lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri?

Rekomendasi Berita