Timteng Bergejolak, 8 Jemaah Umrah asal Bangka Belitung Aman
- 02 Mar 2026 21:12 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Madinah - Sejumlah 8 (delapan) orang jemaah umroh asal Kepulauan Bangka Belitung saat ini dalam keadaan baik, dan tidak terdampak langsung dari terjadinya saling serang antara Israel & Amerika Serikat dengan Iran yang terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.
"Alhamdulillah kami saat ini berada di Tanah Suci tepatnya di Kota Madinah Al Munawaroh di sekitar Masjidil Nabawi, kami di sini bersama 8 orang jemaah umroh asal Kepulauan Bangka Belitung sudah sejak 6 Ramadan atau 24 Februari 2026 lalu. Sampai sekarang tidak memberi dampak langsung kepada jemaah umroh. Para jemaah yang berziarah ke Masjidil Nabawi masih dapat melaksanakan ibadah seperti salat, baca Qur'an, Itikaf bahkan buka puasa bersama dengan baik," kata salah seorang jemaah umroh asal Sungailiat, Arinda Unigraha, kepada RRI melalui pesan WhatsApp, Selasa, 2 Maret 2026.
Menurut rencana kata Arinda, dia bersama jemaah umrah yang lain akan berada di Tanah Suci kurang lebih 1 bulan atau hingga 24 Maret 2026 mendatang.
"Kita akan berada di Tanah Suci kurang lebih 1 bulan hingga 24 Maret atau hari lebaran ke-6 baru kita pulang ke Tanah Air," ujarnya.
Arinda mengungkapkan, setelah terjadinya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, sampai sekarang tidak memberi dampak langsung kepada jemaah umroh.
"Cuma memang ada imbauan dari KBRI di Saudi Arabia serta Kementerian Haji dan Umroh agar WNI yang bermukim atau berada di Saudi Arabia agar melaporkan diri ke KBRI," katanya lagi.
Sementara dilansir dari situs Kementerian Haji dan Umrah, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo.
Dia juga meminta agar seluruh PPIU senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.