Kunjungan Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Terus Meningkat
- 09 Mar 2026 21:03 WIB
- Sungailiat
Kunjungan Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Terus Meningkat
RRI.CO.ID,Sungailiat - Angka kunjungan pasien dengan gangguan jiwa dan masalah kesehatan mental di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian tenaga kesehatan karena mencerminkan meningkatnya tekanan psikologis yang dialami masyarakat.
Plt.Direktur RSJD, dr. Irma Wirdhani, mengungkapkan berdasarkan laporan tahunan RSJD dr. Samsi Jacobalis tahun 2023 hingga 2025, jumlah kunjungan pasien rawat jalan mengalami kenaikan setiap tahun. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 8.005 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 8.594 kunjungan pada 2024, dan kembali naik menjadi 9.775 kunjungan pada tahun 2025.
“ Selain rawat jalan, jumlah pasien rawat inap juga menunjukkan tren yang sama. Jadi pada tahun 2023 terdapat 537 pasien yang menjalani perawatan, meningkat menjadi 719 pasien pada tahun 2024, dan kembali naik menjadi 786 pasien pada tahun 2025. Secara keseluruhan terdapat kenaikan sekitar 1,09 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.
Menurut dr. Irma, peningkatan jumlah pasien tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di tengah masyarakat. Salah satu yang cukup dominan adalah faktor ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, tekanan ekonomi, hingga kondisi kemiskinan yang dapat memicu stres berkepanjangan.
Selain itu, faktor sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang. Permasalahan dalam keluarga atau rumah tangga, serta kurangnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar, kerap menjadi pemicu menurunnya kondisi kesehatan mental.
“ Penggunaan teknologi dan media sosial yang semakin masif, terutama di kalangan remaja, ini juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan mental. Penggunaan gawai secara berlebihan hingga fenomena perundungan di dunia maya atau cyber bullying dapat memicu depresi maupun gangguan kecemasan," ujarnya.
Di sisi lain, gaya hidup seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol juga dapat memperburuk kondisi mental seseorang. Faktor lainnya adalah ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat secara rutin yang dapat menyebabkan kekambuhan.
Sementara itu, salah seorang pendengar RRI dari Sungailiat, Rima, mengaku fenomena gangguan kesehatan mental kini semakin sering ditemui di lingkungan masyarakat. “ Saya berharap, edukasi terkait kesehatan mental terus diperluas agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi psikologis diri sendiri maupun orang di sekitarnya," ungkapnya.