FDA Ubah Aturan Klaim “Tanpa Pewarna Buatan"
- 18 Feb 2026 14:25 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Food and Drug Administration (FDA) mengubah cara klaim “tanpa pewarna buatan” agar lebih fleksibel dan relevan. Konsumen kini perlu memahami makna baru label ini secara benar. Perubahan ini dikeluarkan oleh badan pengawas pangan utama Amerika Serikat.
Sebelumnya, klaim “tanpa pewarna buatan” hanya boleh dipakai jika produk tidak memiliki warna tambahan sama sekali. Sekarang, klaim ini dapat dipakai selama produk tidak mengandung pewarna sintetis berbasis petroleum, demikian dilansir dari laman FDA.
FDA mengirim surat kepada industri makanan untuk menjelaskan kebijakan baru tersebut dan penggunaan istilah tersebut secara sukarela. Kebijakan ini disebut sebagai enforcement discretion atau kelonggaran pelaksanaan.
Perubahan ini dimaksudkan untuk mendukung transisi industri makanan menuju penggunaan pewarna alami yang aman dan bukan berbasis petroleum. Transisi ini juga sejalan dengan upaya memperbaiki makanan yang beredar di pasaran.
Selain itu, FDA juga menyetujui penggunaan beetroot red sebagai warna baru dari sumber alami. Pewarna lain seperti spirulina extract juga mendapatkan perluasan penggunaan di makanan.
Total opsi pewarna alami yang disetujui FDA kini mencapai enam jenis, memberikan lebih banyak pilihan bagi produsen. Keputusan ini didorong oleh dua petisi yang diajukan industri.
Sebelumnya, FDA dan Departemen Kesehatan AS sudah bekerja untuk menghapus pewarna berbasis petroleum dari pasokan makanan nasional. Langkah tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang kebijakan kesehatan publik.
Pengawasan keamanan tetap menjadi tanggung jawab produsen meskipun penggunaan label kini lebih longgar. FDA menekankan pentingnya standar keamanan dan kemurnian pewarna yang dipilih.
Kebijakan ini menerima dukungan dari beberapa kelompok industri makanan karena memberi insentif memanfaatkan pewarna alami. Namun, konsumen disarankan tetap membaca label dengan teliti.
Perubahan aturan ini mencerminkan pergeseran regulasi pangan di AS, dengan fokus pada kesehatan dan transparansi. Efeknya bisa terasa luas pada produk-produk di rak toko.