Wakil Walikota Sorong Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 202

  • 13 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID.SORONG- Polresta Sorong Kota melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 dengan sandi ‘Ketupat 2026’ yang dilaksanakan selama 13 hari terhitung dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 161.243 (Seratus enam puluh satu ribu dua ratus empat puluh tiga) orang personel gabungan diseluruh wilayah NKRI, Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Sorong, H. Anshar Karim didampngi Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Amry Siahaan, bertempat di halaman Mako Polresta Sorong Kota Papua Barat Daya, 12 Maret 2026.

Anshar Karim pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel, baik sarana maupun prasarana, sekaligus sebagai wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan kegiatan ini, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijeriah dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang semakin meningkat, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina, hingga Israel-Amerika Serikat dan Iran, dimana telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk meninggalnya pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei serta memicu berbagai aksi balasan militer, termasuk serangan terhadap infrastruktur strategis di negara kawasan Timur Tengah lainnya,”ucapnya.

Lanjut Anshar situasi tersebut berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global, apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

“Meskipun pada 10 Maret 2026 harga minyak dunia sempat menurun, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai, mengingat situasi global masih belum sepenuhnya stabil. Menyikapi dinamika tersebut, Pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global, sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia,”katanya.

Sejalan dengan hal tersebut kata Anshar, Indonesia juga berperan aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong terciptanya perdamaian antara Palestina dan Israel dengan bergabung dalam board of peace melalui pendekatan Two State Solution, karena keterlibatan lembaga-lembaga formal (PBB) saat ini sudah tidak lagi didengar, Indonesia juga bersedia menjadi juru damai dalam mengakhiri konflik antara Iran dan Israel-Amerika, dengan terus berkomunikasi dengan negara kawasan teluk, termasuk ASEAN dan negara Barat untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi.

“Di sisi lain, Pemerintah juga menempuh langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan sehingga dapat menjadi peluang besar bagi dunia usaha dan industri nasional untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil, selain itu, pemerintah juga melakukan langkah-langkah dalam menjaga kestabilan harga minyak dengan memberikan bantuan subsidi, berdasarkan data Pertamina, bahwa stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi, oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, dengan berbagai hal yang diupayakan pemerintah, kita harus memberi dukungan bersama-sama,”tuturnya.

Anshar juga menjelaskan bawah umat muslim yang ada di seluruh dunia akan segera menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri dan merupakan salah satu agenda penting nasional, dengan momentum ini tentunya mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah, sepanjang seluruh rangkaian berjalan dengan baik, aman, dan lancar.

“Berdasarkan Survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75% yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, meskipun demikian kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya, terlebih lagi, terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere,”jelasnya.

Berdasarkan hasil Rakor Lintas Sektoral jelas Anshar, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, dimana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 sampai tanggal 15 Maret 2026 dan 18 sampai 19 Maret 2026. sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24,25,28,29 Maret 2026.

“Selain itu, Polri telah menyiapkan 2.746 pos, yang terdiri dari 1.624 Pos Pam, 779 Pos Yan, serta 343 Pos Terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara,”imbuhnya.

Untuk itu, Anhar berharap agar seluruh personel mempedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik, selain itu melakukan monitoring terkait ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga, serta memastikan distribusi terlaksana dengan lancar dan tepat waktu, sedang berdasarkan mapping kerawanan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, antara lain kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan perkelahian antar kelompok, untuk itu, diminta agar pihak Polri melakukan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, yang diutamakan pada titik-titik dan jam rawan.

Sekali lagi Anshar menegaskan jika keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’.

Rekomendasi Berita