Makan Bergizi Gratis Sintang Jeda Libur Ramadan

  • 12 Mar 2026 13:28 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Wilayah Kabupaten Sintang memastikan adanya penyesuaian jadwal pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sintang. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyambut idul fitri dan diselaraskan dengan jadwal libur sekolah para penerima manfaat.

Koordinator Wilayah BGN Sintang, Zamzami, menjelaskan bahwa pelaksanaan distribusi MBG tidak dipukul rata, melainkan mengacu pada kalender akademik sekolah masing-masing. Menjelang masa libur, pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) akan membagikan paket bundling atau rapelan makanan untuk beberapa hari ke depan pada hari terakhir siswa masuk sekolah.

"Selanjutnya, SPPG akan kembali melanjutkan pendistribusian makan bergizi gratis atau MBG pada tanggal 31 Maret 2026, yaitu setelah libur Ramadan menyambut hari raya Idul Fitri," ungkap Zamzami memberikan kepastian jadwal, pada Kamis, 12 Maret 2026. Kendati demikian, untuk teknis pelaksanaan secara resmi, pihaknya saat ini masih menunggu surat edaran dari BGN pusat.

Terkait progres pelaksanaan di lapangan, Zamzami memaparkan bahwa saat ini telah beroperasi delapan unit SPPG di Kabupaten Sintang. Kedelapan dapur umum tersebut tersebar di Kecamatan Sepauk sebanyak satu unit, Sungai Tebelian tiga unit, dan Kecamatan Sintang empat unit.

Total penerima manfaat yang telah terjangkau layanan MBG di Sintang mencapai kurang lebih 16.031 orang. Program prioritas ini juga telah berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal, yakni sekitar 328 orang relawan. Zamzami menambahkan, satu SPPG baru di Kecamatan Kelam Permai dijadwalkan akan mulai beroperasi setelah Hari Raya Idulfitri karena telah mengantongi Berita Acara (BA) Verval.

Meski telah menjangkau belasan ribu siswa, pemerataan program ini masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Pembangunan infrastruktur dapur oleh calon mitra BGN di beberapa wilayah, termasuk kategori wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), masih berjalan cukup lambat. Selain itu, kendala ketersediaan logistik juga mulai dirasakan oleh pihak pengelola.

"Terdapat juga kendala terkait ketersediaan bahan baku di mana beberapa SPPG mulai mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku tertentu di Kabupaten Sintang ini seperti misalnya buah-buahan," beber Zamzami menjelaskan kendala suplai.

Menanggapi kelangkaan tersebut, BGN Sintang saat ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) setempat guna mencari solusi penyediaan bahan baku yang berkelanjutan. (Arf)

Rekomendasi Berita