BIRF 2026, Perkenalkan Buleleng ke Panggung Budaya Internasional

  • 13 Mar 2026 11:11 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia melalui ajang Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis 12 Maret 2026. Festival ini menghadirkan delegasi dari enam negara dan menjadi ruang pertemuan seni, budaya, serta persahabatan antarbangsa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, saat membuka festival tersebut menyampaikan rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Buleleng, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi yang hadir. Kami merasa terhormat dapat menyambut sahabat-sahabat dari enam negara, yaitu Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Filipina, Taiwan, dan Indonesia,” ujarnya.

Wisandika menegaskan bahwa BIRF tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang dialog serta mempererat persahabatan antarnegara melalui seni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut, mulai dari instansi pemerintah, lembaga negara, sponsor, hingga komunitas seni dan pendidikan.

Dukungan tersebut datang dari berbagai pihak, di antaranya IOP Indonesia, UNESCO, Sanggar Selisari Budaya, Universitas Pendidikan Ganesha, serta sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap para delegasi menikmati waktu selama berada di Buleleng dan suatu hari nanti dapat kembali berkunjung. Mulai hari ini kami menganggap Bapak dan Ibu sebagai duta Buleleng di negara masing-masing,” kata Wisandika.

Sementara itu, President IOV Indonesia, Andris Adhitra, dalam laporannya menyampaikan bahwa keterbukaan serta keberanian masyarakat Buleleng menjadikan daerah ini layak menjadi tuan rumah festival internasional.

Menurutnya, festival ini pertama kali digelar pada Maret 2025 dan sejak saat itu berkembang menjadi ruang pertemuan budaya dunia yang mempererat persahabatan antarbangsa.

Di tengah situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik, ia menilai festival budaya seperti BIRF menjadi simbol bahwa manusia dari berbagai latar belakang bahasa, warna kulit, dan budaya tetap dapat bertemu dalam harmoni.

“Buleleng adalah tempat yang sangat indah, namun belum banyak dikenal di dunia. Misi kami adalah memperkenalkan Buleleng kepada dunia,” ujarnya.

Melalui festival yang digelar selama tiga hari tersebut, Buleleng diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi budaya internasional sekaligus ruang pertemuan yang mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita