Organisasi Buka Ruang Perempuan Belajar Jadi Pemimpin
- 13 Mar 2026 06:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja: Peran organisasi menjadi salah satu ruang penting bagi anak muda untuk belajar memimpin, termasuk bagi perempuan. Melalui organisasi, generasi muda dapat mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga kemampuan bekerja sama dengan berbagai karakter orang. Hal tersebut disampaikan oleh Ni Kadek Abigail Emilia Putri, Anggota KNPI Buleleng, saat mengisi program Obrolan Spada belum lama ini. Dalam dialog tersebut, Abigail membagikan pengalamannya berproses di organisasi dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan.
Menurut Abigail, organisasi memberikan kesempatan besar bagi perempuan untuk belajar dan berkembang. Ia menilai bahwa ruang organisasi seharusnya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang gender. Selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar dan berkontribusi, organisasi bisa menjadi tempat yang tepat untuk mengembangkan potensi diri. “Di organisasi manapun, termasuk di KNPI, rasanya semuanya pasti memberikan kesempatan untuk belajar. Kita bisa jadi apapun dan terbuka untuk berkembang,” ujar Abigail dalam Obrolan Spada.
Abigail juga menilai pengalaman berorganisasi memberinya banyak pelajaran berharga, terutama dalam memahami berbagai karakter manusia. Ia mengaku bahwa berinteraksi dengan banyak orang membuatnya belajar melihat perbedaan sudut pandang, sifat, dan cara berpikir yang beragam. Hal tersebut menurutnya menjadi bekal penting dalam kepemimpinan. “Ketika kita sudah berinteraksi dengan banyak orang, kita jadi paham kalau di dunia ini ada banyak watak dan perilaku. Dari situ kita belajar untuk lebih memahami orang lain,” jelasnya.
Di akhir perbincangan, Abigail juga menyampaikan pesan bagi perempuan muda yang masih ragu untuk mengambil peran atau tampil sebagai pemimpin. Ia menekankan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berani mencoba. Menurutnya, banyak kesempatan yang tidak akan datang jika seseorang tidak pernah berani mengambil langkah awal. Abigail juga percaya bahwa proses belajar tidak pernah berhenti selama seseorang terus membuka diri terhadap pengalaman baru. “Untuk perempuan yang mau jadi pemimpin atau mau jadi apa pun, coba saja dulu,” pesannya. Ia berharap semakin banyak perempuan muda berani menunjukkan potensi mereka sehingga ke depan akan semakin banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif di masyarakat.