Pemkab Buleleng Lakukan Pendataan Dampak Banjir Bandang di Desa Banjar

  • 07 Mar 2026 11:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng langsung menindaklanjuti dampak banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Jumat 6 Maret 2026. Penanganan dilakukan dengan pendataan korban serta kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan pemerintah daerah telah turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Banjar serta beberapa titik di Desa Dencarik. Saat ini proses penanganan dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng bersama Polres Buleleng dan instansi terkait lainnya.

“Kemarin saya sudah langsung turun melihat khususnya bencana yang terjadi di Desa Banjar dan beberapa titik di Dencarik. Saat itu masih berlangsung proses pencarian korban yang hilang,” ujarnya, Sabtu 7 Maret 2026.

Menurutnya, Pemkab Buleleng akan terlebih dahulu melakukan pendataan menyeluruh terhadap korban maupun kerugian material yang dialami masyarakat sebelum menyalurkan bantuan dan melakukan perbaikan.

“Kami di Pemkab Buleleng akan mendata sejauh mana tingkat kerugian baik materi maupun kondisi masyarakat. Setelah itu baru dilakukan langkah perbaikan dan bantuan yang memang harus segera diberikan,” ucapnya.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng memicu banjir bandang di Desa Banjar setelah luapan air Tukad Mendaum menghantam permukiman warga di Dusun Ambengan sekitar pukul 18.15 WITA.

Peristiwa tersebut menyebabkan empat warga dilaporkan hanyut. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya yang merupakan satu keluarga masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Selain merendam permukiman warga, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan air di ruas Jalan Singaraja–Seririt, tepatnya di sekitar SPBU Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut.

Rekomendasi Berita