Menilik Sejarah Perkembangan PARFI di Hari Peringatannya

  • 10 Mar 2026 12:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Setiap tahun pada tanggal 10 Maret diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). PARFI adalah wadah bagi para pelaku seni peran serta pekerja film di Indonesia yang bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perkembangan industri perfilman nasional.

Diketahui, keinginan para artis untuk membentuk organisasi profesi sudah ada sejak tahun 1940, ketika dibentuk Sari (Sarikat Artist Indonesia). Mereka yang menjadi anggota Sari adalah pemain sandiwara, penari, sutradara, penyanyi hingga pelukis.

Pada tahun 1951, lahir Persafi (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Persafi merupakan wadah lanjutan dari Sari, meski selanjutnya terjadi pula kemandulan, sebelum kemudian lahirlah PARFI pada tahun 1956.

Kongres Pertama embrio PARFI diadakan di Manggari pada tahun 1953. Lahirnya PARFI bermula dari kevakuman kegiatan Sarikat Artis Indonesia (SARI) akibat masuknya Jepang ke Indonesia.

Seiring perjalanan waktu dan menjadi saksi sejarah, pada 10 Maret 1956 PARFI didirikan di Gedung SBKA Manggarai, Jakarta dengan sekretariat di Jalan Kramat V Jakarta Pusat. Ketua Umum pertama PARFI adalah Suryo Sumanto.

Saat era orde baru, PARFI sempat dikabarkan membentuk sebuah badan politik dikarenakan banyak dari para artis yang terjun didunia politik. Usai berhasil melepaskan diri dari cengkaraman politik saat itu, PARFI semakin dikenal masyarakat Indonesia.

PARFI dikenal melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat baik dalam segi budaya, sosial hingga pelestarian lingkungan. Hingga kini, Cabang organisasi PARFI hampir merambah seluruh nusantara sehingga tak hanya terpusat di ibu kota tetapi sampai kota-kota besar lainnya.

Rekomendasi Berita