Trauma Masih Membekas, Was-was saat Hujan Turun
- 11 Mar 2026 09:45 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Musim hujan yang masih berlangsung hingga saat ini menyisakan trauma bagi warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir 2025 membuat sebagian masyarakat masih diliputi rasa takut setiap kali hujan turun.
Sejumlah warga di daerah terdampak mengaku sering panik ketika intensitas hujan meningkat. Bahkan beberapa di antaranya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman.
Salah satu wilayah yang masih merasakan dampak trauma berada di Kecamatan Sibolga Selatan. Tepatnya di sekitar Jalan Murai, warga mengaku masih dihantui peristiwa banjir bandang dan longsor beberapa bulan lalu.
Flora Tobing, warga Jalan Murai Sibolga mengatakan rasa takut masih dirasakan hingga saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam program Sibolga Menyapa Pro 1 RRI Sibolga, Rabu, 11 Maret 2026.
“Setiap hujan turun kami langsung khawatir. Trauma banjir kemarin masih terasa, jadi kalau hujan deras kami memilih mengungsi dulu ke tempat yang lebih aman,” ujar Flora Tobing.
Ia juga menyebutkan hingga awal Maret 2026 masih ada warga yang belum sepenuhnya kembali ke rumah mereka. Sebagian memilih tinggal sementara di tempat pengungsian atau bersama keluarga karena khawatir bencana kembali terjadi.
Diketahui sebelumnya, banjir bandang dan longsor melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah pada akhir November hingga Desember 2025. Bencana tersebut sempat membuat sejumlah kawasan terisolasi selama beberapa hari akibat akses jalan yang tertutup material longsor dan genangan air.
Kondisi trauma yang dialami masyarakat dinilai wajar mengingat besarnya dampak bencana yang terjadi. Karena itu, dukungan psikososial serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting untuk membantu pemulihan mental warga.