Pemerintah Kucurkan Rp183 Miliar untuk Perbaikan Jalan Bentian Besar

  • 25 Jan 2026 19:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp183 miliar untuk membenahi urat nadi logistik di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Proyek peningkatan jalan nasional ini dikerjakan oleh PT Bumi Karsa, dengan target penanganan total sepanjang 90 kilometer dari Simpang Kalteng hingga batas provinsi.

Kepala bagian teknik PT Bumi Karsa, Lalu Syamsul Wathoni, menjelaskan proyek ini merupakan kontrak tahun jamak (multi-years) yang diproyeksikan rampung sepenuhnya pada tahun 2027. Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah menangani 22 kilometer jalan yang mengalami kerusakan paling parah melalui kombinasi teknik perkerasan aspal dan cor beton (rigid pavement).

"Anggaran 183 miliar rupiah ini dialokasikan untuk memastikan jalur distribusi kembali normal. Untuk penanganan kami lakukan secara spesifik sesuai kondisi kerusakan di lapangan, mulai dari pengaspalan hingga penggunaan beton di titik-titik yang memiliki beban kendaraan berat," ujar Lalu Syamsul saat peninjauan lapangan, Minggu 25 Januari 2026.

BACA JUGA:

Warga Bentian Beri Waktu 30 Hari Perbaikan Jalan Rusak

Lalu mengatakan, sebagai langkah awal untuk mendukung operasional logistik warga, pihak kontraktor telah melakukan pemeliharaan darurat dengan menimbun jalan berlubang menggunakan agregat. Hal ini dilakukan agar kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dapat melintas tanpa hambatan di tengah proses pengerjaan konstruksi permanen.

Tantangan utama dalam proyek ini adalah tingginya intensitas hujan serta lalu lintas kendaraan pengangkut CPO (minyak sawit) yang mempercepat kerusakan struktur tanah. Guna memitigasi hal tersebut, PT Bumi Karsa telah memasang rambu pembatasan muatan maksimal 8 ton di sepanjang ruas pengerjaan.

“Saat ini kami sudah mulai perbaikan di titik-titik yang rusak parah. Hanya memang kita harapkan kendaraan ODOL termasuk CPO untuk mengikuti ketentuan 8 ton sesuai kelas jalan,” ucapnya.

Untuk mempercepat progres, infrastruktur pendukung berupa Asphalt Mixing Plant (AMP) telah disiapkan di lokasi.

BACA JUGA:

Jalan Rusak Parah, Warga Bentian Besar Ancam Tutup Akses

Sementara Kepala Plant dan Peralatan, Ir. Umar T, mengatakan bahwa fasilitas Batching Plant dan alat pemecah batu (crusher) juga sedang dibangun dan ditargetkan beroperasi penuh pada Februari mendatang untuk menyuplai kebutuhan material secara mandiri.

"Kami sudah menempatkan 9 unit alat berat dan 6 unit armada Dump Truck di titik-titik rawan seperti Gunung Lantuk dan Gunung Pancoran. Dengan fasilitas AMP yang sudah siap, kami optimis pengerjaan fisik akan berjalan lebih cepat," kata Umar.

Selain peningkatan badan jalan, lingkup pekerjaan juga mencakup preservasi jalan nasional yang mencakup pengecatan jembatan dan pembersihan drainase guna menjaga ketahanan infrastruktur dari gerusan air hujan.

Rekomendasi Berita