AS Guyur Hibah Rp41 Miliar untuk Sulap IKN Jadi 'Kota Pintar' Tercanggih Dunia
- 26 Feb 2026 19:29 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Ambisi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pusat teknologi dunia semakin nyata. Pemerintah Amerika Serikat resmi mengucurkan hibah sebesar 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp41,7 miliar (nilai kurs Rp16.776), untuk mematangkan konsep Smart City di ibu kota baru tersebut.
Kesepakatan ini dikunci melalui penandatanganan kontrak asistensi teknis antara Otorita IKN dan U.S. Trade and Development Agency (USTDA) pada Rabu, 25 Februari 2026. Bukan sekadar kota pintar biasa, proyek ini disiapkan agar IKN siap "jualan" ke investor global dengan perencanaan yang matang dan transparan.
Apa saja yang akan digarap?
anggaran hibah ini akan digunakan untuk menyusun "otak" digital IKN, mulai dari arsitektur sistem, paket dokumen lelang (RFP), hingga model investasi yang ramah lingkungan (ESG). Proyek raksasa ini melibatkan konsorsium elit, termasuk Eficens Systems, Frost & Sullivan, hingga PT Searce Technologies (Partner Google Cloud).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital adalah harga mati. "Visi kami jelas: Nusantara harus hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," ujarnya.

Project Director dari Frost & Sullivan, Subhranshu Sekhar Das, menyebut IKN punya potensi naik kelas menjadi Cognitive City. Artinya, IKN tidak hanya punya infrastruktur digital statis, tapi bisa "belajar" dan beradaptasi secara otomatis menggunakan Agentic AI untuk mengoptimalkan layanan publik.
Dengan dukungan teknis dari Amerika ini, IKN diharapkan tidak hanya megah secara fisik, tapi juga memiliki sistem digital yang aman dan menjadi rujukan global bagi kota masa depan.