OIKN Gandeng Universitas Belanda, Jadikan Nusantara Pusat Riset Global
- 06 Feb 2026 18:32 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai living laboratory atau laboratorium hidup bagi riset dan pendidikan pembangunan kota berkelanjutan berskala global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama akademik bersama Konsorsium Leiden–Delft–Erasmus Universities (LDE) Belanda dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Kolaborasi ini ditandai dengan forum pembelajaran dan diskusi yang digelar di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis 5 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management.
BACA JUGA:
Otorita IKN Sertifikasi SDM Lokal untuk Dongkrak Ekowisata Nusantara
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset dan perencanaan IKN. Menurutnya, kerja sama ini membuka ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu.
“Otorita IKN memiliki kerja sama atau MoU dengan Konsorsium LDE. Salah satunya, hari ini sejumlah mahasiswa ingin mengembangkan riset mengenai IKN. Ke depan, kami juga memikirkan kegiatan bersama yang dapat diikuti oleh insan Otorita IKN, termasuk pengembangan kapasitas, short course, magang, hingga peluang melanjutkan studi di Belanda,” ujar Myrna.

Forum ini juga menjadi ruang dialog bagi pegawai Otorita IKN dari berbagai kedeputian yang mayoritas merupakan generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan konsep perencanaan kota masa depan Nusantara. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan akademisi dari Indonesia dan Belanda.
BACA JUGA:
Jajaki Peluang Investasi, 34 Perusahaan Jepang Sambangi IKN
Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology, Steffen Nijhuis, menilai IKN sebagai laboratorium hidup yang unik dan relevan secara global dalam pengembangan kota dan lanskap berkelanjutan.
“Kami sangat senang bisa melihat langsung perkembangan kota ini dan berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan kota. Menurut saya, Nusantara merupakan laboratorium hidup, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” katanya.
Dukungan terhadap kolaborasi ini juga disampaikan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma. Ia menilai forum diskusi tersebut sebagai sarana pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan peran generasi muda dalam pembangunan IKN.
“Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab pembangunan akan beralih kepada generasi muda. Karena itu, kontribusi akademisi dan mahasiswa menjadi sangat penting sejak sekarang,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis di KIPP Nusantara, seperti kawasan Kantor Bersama, Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), dan area glamping. Agenda ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol komitmen keberlanjutan dan pembangunan berwawasan lingkungan.