Cerlang Nusantara Menangkan Desain Pusat Kebudayaan IKN

  • 31 Jan 2026 16:23 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi mengumumkan "Cerlang Nusantara" sebagai pemenang pertama Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN. Pengumuman tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran buku Pembangunan IKN Tahap I di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Jumat 30 Januari 2026.

Pusat Kebudayaan ini dirancang sebagai jantung identitas bangsa yang terletak strategis di garis Sumbu Kebangsaan, sejajar dengan Istana Negara, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, dan Masjid Negara. Proyek ini diproyeksikan mulai dibangun paling cepat pada tahun 2027 mendatang.

Desain "Cerlang Nusantara" menarik perhatian juri dengan mengusung konsep perjalanan peradaban manusia dari zaman megalitikum menuju masa depan. Bangunan utama akan menampilkan nuansa batu berbentuk prismatik yang dibalut kearifan lokal Kalimantan melalui filosofi "Pohon Kehidupan".

Pemenang Sayembara Desain Bangunan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN ditetapkan sebagai berikut: Juara I Cerlang Nusantara, Juara II Simfoni Puspa Segara, dan Juara III Kisah yang Ditenun oleh Rimba. Foto: OIKN.

Yori Antar, salah satu arsitek dari kelompok pemenang, mengatakan desain ini bertujuan menunjukkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia.

"IKN akan menginspirasi dunia karena menunjukkan betapa kayanya budaya dan tradisi kita," ujarnya.

BACA JUGA:

Jajaki Peluang Investasi, 34 Perusahaan Jepang Sambangi IKN

Kawasan ini nantinya akan terbagi menjadi dua area utama, yakni Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya. Di dalamnya akan tersedia berbagai fasilitas publik skala internasional, antara lain museum dan Galeri Seni, Ruang apresiasi karya budaya serta Perpustakaan sebagai Pusat transformasi pengetahuan. Termasuk ada Gelanggang Olahraga.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa hak cipta desain kini sepenuhnya milik OIKN. Meski sudah ada pemenang, pihaknya tetap membuka ruang kolaborasi untuk penyempurnaan desain di masa depan.

"Masing-masing desain sudah ada perkiraan rancangan anggarannya. Kita akan tinjau dulu RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Paling cepat pembangunan dimulai tahun 2027," kata Basuki.

Dalam acara yang sama, Basuki juga meluncurkan dua buku dokumentasi pembangunan IKN, yakni Mengukir Kota Masa Depan (karya Wicaksono Sarosa dan Sarwo Handayani) serta Membangun Kota Masa Depan (Tim Otorita IKN). Kedua buku ini mencatat sejarah awal perencanaan hingga pelaksanaan fisik IKN sebagai referensi pembangunan kota masa depan Indonesia.

Rekomendasi Berita