Sambut Idulfitri, Pemkab Pati Pastikan Stok Pangan dan Layanan Publik Aman
- 13 Mar 2026 14:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati : Pemerintah Kabupaten Pati memastikan kesiapan layanan publik dan pasokan kebutuhan pokok menjelang perayaan Idulfitri 2026 mendatang bagi masyarakat. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan warga dalam menyambut hari raya.
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk menjaga stabilitas harga ketersediaan energi serta kelancaran aktivitas masyarakat selama libur Lebaran nanti. Sinergi ini melibatkan jajaran Forkopimda, dinas terkait, hingga pihak BUMN.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Bulog guna menjaga stok sembako. Pemkab Pati juga melakukan intervensi pasar dengan menyalurkan tambahan minyak goreng ke sejumlah pasar tradisional menjelang Lebaran tahun ini.
“Kami sudah koordinasi dengan Bulog dan Dinas Perdagangan untuk memastikan pasokan sembako tetap stabil menjelang Lebaran. Langkah itu menyasar Pasar Telogo Wungu dan Pasar Puri guna meredam kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat setempat,” katanya usai memimpin apel gelar pasukan operasi ketupat candi, di Mapolresta Pati, Kamis 12 Maret 2026.
Selain pangan, pemerintah daerah memantau ketersediaan listrik agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama malam takbiran dan Lebaran. Ia juga memastikan, kapasitas listrik tersedia sekitar seratus delapan puluh sembilan megawatt sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Berdasarkan laporan PLN kebutuhan listrik saat Lebaran diperkirakan berada pada kisaran 132 hingga 140 megawatt per hari rata-rata. Kapasitas tersedia mencapai 189 megawatt sehingga cadangan daya dinilai cukup aman bagi kebutuhan masyarakat selama libur Lebaran nanti,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak dan LPG tiga kilogram tetap aman selama masa arus mudik. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak Pertamina untuk memantau distribusi di setiap SPBU dan pangkalan.
Stok BBM dilaporkan berada pada kisaran dua hingga enam hari dengan tambahan pasokan LPG dari Pertamina untuk masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan bahan bakar di tengah meningkatnya mobilitas warga.
Pemkab Pati juga menggelar pasar murah di beberapa kecamatan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini menjadi salah satu instrumen andalan untuk mengendalikan inflasi daerah selama bulan Ramadan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkab Pati berharap perayaan Idulfitri tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pati. (APB)