Disambangi Wagub, Warga Demak Korban Rob Dapat Bantuan Perbaikan Rumah
- 13 Mar 2026 06:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Harapan baru dirasakan Noryatin, warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, setelah rumahnya yang selama ini dikepung rob dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah. Bantuan perbaikan rumah dari pemerintah provinsi membuatnya mulai bernapas lega setelah bertahun-tahun hidup dalam genangan air pasang.
Noryatin mengaku belum mampu memperbaiki rumahnya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Suaminya diketahui kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja saat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
Selama tiga tahun terakhir keluarga tersebut harus hidup berdampingan dengan air rob yang kerap masuk ke dalam rumah. Bangunan berukuran 5x12 meter itu bahkan sering terendam ketika air pasang sedang tinggi.
Untuk menjaga ruang tamu dan kamar tetap kering, keluarga Noryatin harus menyalakan pompa air tanpa henti. Mesin pompa tersebut bekerja sepanjang hari untuk mengurangi genangan yang masuk ke rumah.
"Pompa nyala terus 24 jam. Kalau airnya besar, pakai mesin yang lebih gede lagi. Pintu masuk juga saya bendung pakai papan, dan tumpukan bata hebel," tutur Noryatin Kamis 12 Maret 2026.
Meski sudah dipompa dan dibendung, air masih kerap merembes melalui lantai dan dinding rumah. Kondisi lembap memicu munculnya banyak nyamuk serta keluhan gatal pada kulit anggota keluarga. "Nyamuknya banyak, gatal," katanya.
Melihat kondisi itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan mereka akan mendapatkan bantuan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta untuk membantu memperbaiki rumah tersebut. Bantuan itu diharapkan dapat digunakan untuk meninggikan bangunan agar lebih aman dari genangan rob.
Gus Yasin menegaskan bantuan tersebut merupakan langkah cepat untuk memastikan keluarga Noryatin memiliki hunian yang lebih layak dan sehat. Ia juga meminta warga sekitar ikut membantu proses renovasi melalui gotong royong.
"Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob," jelas Gus Yasin.
Selain bantuan rumah, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi rob di pesisir Jawa Tengah. Salah satunya melalui rencana pembangunan tanggul laut atau giant sea wall yang membentang dari Jepara hingga Kendal.
Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif bersama berbagai pihak. Pemerintah provinsi juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai upaya pengendalian rob.
Gus Yasin juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menumpuk di kawasan terdampak rob. Menurutnya, penanganan sampah perlu dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan bagi masyarakat.