Periksa 136 Takjil, BBPOM Semarang Tidak Temukan Zat Berbahaya
- 12 Mar 2026 23:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang -Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang melakukan pengujian terhadap 136 sampel makanan takjil dari berbagai lokasi penjualan sejak awal hingga memasuki minggu ketiga Ramadan. Pengujian ini untuk memastikan takjil yang dijual di pasar maupun pusat kuliner aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala BBPOM Semarang, Rustyawati mengatakan hasil pengawasan menunjukkan seluruh sampel makanan yang diperiksa tidak mengandung bahan berbahaya. “Alhamdulillah hasilnya 100 persen aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya usai pemeriksaan takjil di Tlogosari, Semarang, Kamis 13 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, sampel makanan yang diambil terdiri dari berbagai jenis makanan yang dijual untuk berbuka puasa. Total ada 136 tersiri 104 sampel pada kegiatan sebelumnya, dan 32 sampel yang baru.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam memproduksi dan menjual makanan yang aman. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya," ucapnya.
Menurutnya, pengujian dilakukan dengan empat parameter bahan berbahaya yang sering ditemukan pada makanan. Keempat bahan berbahaya yakni formalin, boraks, Rhodamin B, serta pewarna tekstil metanil yellow.
“Empat parameter bahan berbahaya yang kami uji yaitu boraks, formalin, Rhodamin B dan pewarna kuning metanil. Alhamdulillah semuanya negatif,” ujarnya.
Selama ramadan, pengawasan makanan dilakukan lebih intensif. Karena konsumsi masyarakat meningkat saat ramadan untuk berbuka puasa.
"Pengawasan dilakukan setiap hari oleh tim yang diterjunkan ke berbagai wilayah. Ini untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Selain melakukan pengujian, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap sarana distribusi pangan. BPOM telah memeriksa 21 sarana distribusi pangan selama ramadan.
“Hasil pemeriksaan ditemukan beberapa produk yang tidak ada izin edar. Produk seperti ini tidak boleh dijual, sehingga langsung kami tarik dari peredaran,” tegasnya.
Upaya edukasi kepada masyarakat agar cermat dalam memilih makanan dan produk pangan juga dilakukan. Masyarakat dihimbau untuk tidak tergiur dengan harga murah dengan produk sudah tidak layak.
“Pengawasan dan edukasi terus kami lakukan. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari pangan yang tidak memenuhi syarat,” tandasnya.