Banjir Rendam Pantura Batangan–Rembang, Lalu Lintas Tersendat
- 12 Mar 2026 13:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati : Luapan Sungai Widodaren merendam jalur Pantura Batangan–Rembang, tepatnya di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Kamis 12 Maret 2026 pagi. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur utama tersebut mengalami ketersendatan.
Genangan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter menutup badan jalan sepanjang 500 meter. Akibatnya, para pengendara yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan, sehingga menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang dari kedua arah.
Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Jaken di Pati Selatan sejak Rabu 11 Maret 2026 malam. Curah hujan yang ekstrem membuat debit air di wilayah hulu meningkat drastis hingga memasuki waktu dini hari.
Tingginya debit air kiriman tersebut membuat Sungai Widodaren tidak mampu lagi menampung volume aliran air. Hal ini menyebabkan air meluap dengan cepat ke badan jalan nasional dan area permukiman di sekitarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan pengendara roda dua maupun roda empat terlihat sangat berhati-hati dan memperlambat laju kendaraan. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko mogok atau kecelakaan saat melintasi genangan air yang cukup dalam.
Seorang warga Desa Ketitangwetan, Sugeng Widodo, mengungkapkan bahwa banjir di lokasi ini seolah menjadi agenda rutin setiap kali hujan deras mengguyur wilayah selatan. Fenomena ini menurutnya selalu berulang dalam kurun waktu yang singkat.
“Sungai Widodaren tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah selatan sehingga air meluap ke jalan,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, frekuensi banjir dalam satu bulan terakhir tergolong sangat tinggi dan cukup meresahkan masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan kondisi sungai yang sudah tidak lagi ideal untuk mengalirkan air kiriman.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul kritis dan meninggikan tanggul supaya banjir tidak terus berulang,” jelasnya
Hingga berita ini diturunkan, luapan Sungai Widodaren masih menjadi ancaman utama bagi aktivitas warga dan kelancaran jalur logistik nasional. Warga sangat menantikan langkah nyata dari pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir di wilayah Batangan..(APB)