Semen Indonesia Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Hunian Korban Banjir Padang

  • 23 Feb 2026 15:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – Percepatan pemulihan pascabencana banjir di Sumatra Barat terus dilakukan melalui pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) secara bertahap mengirimkan 36.000 bata interlock presisi untuk mendukung pembangunan di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 menyebabkan kerusakan hunian warga di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kebutuhan akan rumah yang aman, layak, dan cepat dibangun menjadi prioritas dalam proses pemulihan.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengatakan bata interlock presisi menjadi solusi konstruksi yang kuat dan efisien. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat pembangunan hunian tetap tanpa mengurangi kualitas bangunan.

Ia menegaskan perusahaan berkomitmen menghadirkan solusi perumahan yang terjangkau dan berkelanjutan. “Ini adalah bentuk nyata peran Semen Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Vita dalam siaran pers, Senin, 23 Februari 2026.

Pelepasan pengiriman perdana dilakukan Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra bersama Komisaris Utama Sigit Widyawan. Kegiatan tersebut digelar di Pabrik Indarung PT Semen Padang, Sumatra Barat, Kamis, 12 Februari 2026 lalu.

Pembangunan hunian tetap dilaksanakan melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri Sumatra Barat bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, menjadi lokasi awal penerapan teknologi bata interlock presisi bagi korban bencana.

Untuk rumah tipe 36, kapasitas pasokan saat ini mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit per bulan. Distribusi bata interlock presisi juga berpotensi menjangkau wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

Sebelumnya, produk ini telah digunakan dalam sejumlah proyek percontohan, termasuk rumah contoh di kawasan Ibu Kota Nusantara dan Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasilnya menunjukkan efisiensi waktu konstruksi serta kualitas bangunan yang optimal.

Selain mempercepat pembangunan, perusahaan juga memperhatikan aspek lingkungan dalam operasionalnya. Vita menyebut inovasi semen hijau yang diproduksi memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, serta tingkat kandungan dalam negeri lebih dari 90 persen.

“Dengan menggunakan semen hijau Semen Indonesia, berarti ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi. Hal ini menjaga kelestarian lingkungan dan di sisi lain mendukung kemajuan industri dalam negeri,” kata Vita.

Rekomendasi Berita