BP3MI: Dua Pekerja Migran Jateng Korban Kebakaran Hongkong

  • 29 Nov 2025 18:36 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Kebakaran hebat melanda apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025) malam, dan menewaskan ratusan orang, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dua di antara korban kebakaran itu diketahui merupakan warga Provinsi Jawa Tengah.

Pelaksana tugas (Plt) Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jateng Dewi Ariani menegaskan, terdapat dua PMI asal Jawa Tengah yang menjadi korban amukan si jago merah tersebut. Hal itu berdasarkan laporan yang diterimanya dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.

"Ada dua warga Provinsi Jawa Tengah yang jadi korbannya, yaitu Yasmiati asal Kabupaten Grobogan dan Supartini dari Kabupaten Pati," jelas Dewi Ariani, Jumat (28/11/2025) malam. Korban atas nama Yasmiati ini masih dalam pencarian aparat Hong Kong Police Force dan otoritas setempat.

Untuk Supartini, kata dia, sudah dievakuasi dan masih dalam perawatan intensif di Ruang ICU rumah sakit di Hong Kong. BP3MI telah berkoordinasi dengan petugas Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Pati untuk menelusuri keluarganya.

"Langkah yang kami lakukan setelah menerima informasi tersebut, menelusuri alamat yang bersangkutan dan menginformasikan peristiwa kebakaran yang terjadi di Hong Kong," ujarnya. Berdasarkan laporan, dua PMI asal Jateng itu berangkat ke Hong Kong secara legal, melalui prosedur yang benar lewat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Dengan demikian, jika pekerja migran mengalami musibah seperti kebakaran, biasanya akan ter-cover asuransi. "Korban kebakaran asal Pati, Supartini ini mengalami luka bakar," tuturnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga Jateng yang memiliki saudara kerja di Hong Kong, manakala terjadi hilang kontak supaya melapor ke BP3PMI. Hal ini perlu dilakukan untuk antisipasi, barangkali keluarganya jadi korban kebakaran, seiring perkembangan pencarian dalam musibah tersebut.

Dilansir dari Antara, dalam peristiwa kebakaran tersebut, KJRI Hong Kong mencatat ada 7 Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal. Total ada 140 WNI/ PMI yang tinggal dan bekerja di area tersebut.

Ada 61 orang sudah dipastikan kondisi dan keberadaannya, termasuk para korban yang ditemukan meninggal. Adapun, 79 WNI/PMI lainnya terus diverifikasi.

KJRI melalui laman media sosial Instagram menyampaikan tindak lanjut penanganan kebakaran di Tai Po. Seluruh WNI dan PMI yang terdampak insiden kebakaran diminta tetap tenang dan mengikuti arahan dan petunjuk otoritas setempat, serta masing-masing pemberi kerja.

KJRI juga telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian guna koordinasi dengan otoritas setempat, melakukan pendataan dan asistensi sesuai protokol keselamatan serta ketentuan setempat. Sekaligus, memastikan fasilitasi bantuan kepada seluruh WNI/PMI, termasuk penerbitan kembali dokumen paspor dan dokumen lainnya.

WNI/PMI yang tinggal di Hong Kong juga diharapkan tetap waspada. Terutama, pada upaya penipuan yang memanfaatkan peristiwa kebakaran di Tai Po sebagai modus menipu. (Ryc)

Rekomendasi Berita