Kolaborasi SMK Kesehatan Siasati Keterbatasan Alat Praktik Medis

  • 21 Feb 2026 09:02 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Langgur – Pengelolaan pendidikan kejuruan di bidang kesehatan memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait penyediaan alat dan bahan praktik yang harus selalu dalam kondisi steril dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) medis.

Hal ini disadari sepenuhnya oleh SMK Kesehatan Langgur yang terus berinovasi meski menghadapi keterbatasan fasilitas mandiri.

Kepala SMK Kesehatan Langgur, Elisabeth Reyaan, M.Pd,Gr., menjelaskan bahwa berbeda dengan jurusan teknik, jurusan kesehatan membutuhkan alat dan bahan yang mayoritas bersifat habis pakai dan harus terjaga kesterilannya.

"Siswa kami ajarkan SOP penggunaan alat sejak dini, termasuk bagaimana proses sterilisasi hingga pembuangan limbah medis yang benar," ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan alat praktik di sekolah, SMK Kesehatan Langgur mengambil langkah proaktif dengan melakukan kolaborasi intensif bersama Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Maluku Tenggara.

Melalui kerja sama ini, siswa dapat melakukan observasi langsung terhadap penggunaan alat medis modern serta memantau kinerja tenaga medis profesional di lapangan dengan didampingi oleh guru produktif.

Selain kolaborasi instansional, pihak sekolah juga mengoptimalkan penggunaan Dana BOS untuk pengadaan alat dan bahan praktik secara berkala setiap tahunnya.

Dukungan penuh juga datang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, terutama dalam proses verifikasi alat bahan dan kesiapan tempat saat pelaksanaan Uji Kompetensi siswa.

"Dukungan dari Dinas Kesehatan sangat luar biasa, mulai dari penyediaan tenaga penguji eksternal hingga memastikan standar alat yang kami gunakan telah memenuhi kriteria medis yang berlaku," ucap Elisabeth.

Rekomendasi Berita