Inovasi Program Literasi dan Lebah Kamis di Sekolah
- 21 Feb 2026 08:44 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID,Tual – Tantangan dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan bagaimana menyiapkan generasi yang memiliki ketangguhan dan kemampuan beradaptasi.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala SMPN 13 Tual, Natalia Rengiar, S.Pd., dalam acara Siaran RRI Tual “ Indonesia Cerdas “.
Menurut Natalia, SMPN 13 Tual yang baru berjalan kurang lebih dua tahun, berkomitmen penuh pada pembentukan karakter. Salah satu inovasi yang menarik adalah "Lebah Kamis" (Lestarikan Bahasa Kei Setiap Kamis), sebuah langkah nyata untuk menjaga identitas budaya lokal di tengah gempuran modernitas.
Selain itu, sekolah ini juga memanfaatkan bantuan perangkat digital (IVP) dari program pemerintah untuk menunjang program "Senter" (Senin Literasi).
"Literasi bukan cuma soal baca-tulis, tapi bagaimana siswa memahami, menginterpretasi, dan mempraktikkannya dalam kehidupan," ujar Natalia.
Sinergi dengan Orang Tua Melalui Jurnal Penghubung Menariknya, kontrol pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah. Natalia menjelaskan penggunaan Jurnal Penghubung sebagai alat komunikasi dengan orang tua. Lewat jurnal ini, aktivitas siswa di rumah, seperti bangun pagi, beribadah, hingga kedisiplinan dipantau bersama dan diparaf oleh orang tua.
"Pendidikan utama itu di rumah. Sebagus apa pun kurikulum yang kami rancang, tanpa dukungan orang tua, semuanya akan sia-sia," tambahnya. Program Sabtu kreatif yang mengundang narasumber luar juga menjadi cara sekolah ini untuk terus melakukan upgrade bagi guru dan siswa agar tetap memiliki growth mindset.