Harga Mitan Mencekik, Warga Pertimbangkan Gunakan Kayu Bakar

  • 07 Feb 2026 21:55 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Tual – Mahalnya harga minyak tanah (Mitan) di Kota Tual yang menembus angka Rp40.000 per 5 liter mulai mengubah pola hidup masyarakat. Sebagian warga kini mulai melirik kembali penggunaan bahan bakar tradisional seperti kayu bakar guna menekan biaya hidup yang kian melambung.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga bernama Bravo saat memberikan tanggapan dalam program "Evav Menyapa" di RRI Tual. Menurutnya, ketersediaan kayu bakar yang melimpah di alam sekitar Kota Tual dan Maluku Tenggara menjadi pilihan terakhir yang paling masuk akal bagi warga kelas menengah ke bawah.

"Jika harga terus tidak terkendali, kami pikir lebih baik kembali memanfaatkan kayu yang ada di alam. Ini cara kami untuk mengurangi beban biaya dapur yang sudah sangat tinggi," ujar  Bravo.

Lebih lanjut, ia menyoroti adanya ketimpangan harga yang cukup jauh. Ia menceritakan bahwa di kampung halamannya, harga minyak tanah bisa ditemukan di angka Rp10.000 per liter. Kontras ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai jalur distribusi minyak tanah dari pangkalan menuju tangan konsumen di wilayah perkotaan.

Langkah kembali ke "cara lama" ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah bahwa krisis energi skala kecil sedang terjadi di masyarakat. Warga berharap kestabilan harga dapat segera diwujudkan agar mereka tidak perlu membuang waktu dan tenaga lebih besar untuk mencari bahan bakar alternatif di alam.

Rekomendasi Berita