Warga Tual dan Malra Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah
- 07 Feb 2026 21:52 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Tual – Masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara kembali mengeluhkan sulitnya mendapat kan bahan bakar minyak tanah (Mitan) dalam beberapa pekan terakhir. Kelangkaan ini memicu lonjakan harga yang drastis di tingkat pengecer, hingga mencapai kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per 5 liter.
Keluhan tersebut mencuat dalam program "Evav Menyapa" di RRI Tual. Salah seorang warga Sehan Barajanan yang menghubungi melalui saluran telepon menyatakan rasa kecewanya terhadap kondisi pasar yang kian tidak terkendali.
"Kami sangat kesulitan mencari minyak tanah di pangkalan. Kalaupun ada di pengecer, harganya sudah tidak masuk akal, bisa sampai 40 ribu rupiah. Ini sangat menjepit ekonomi kami, terutama bagi pedagang kecil dan ibu rumah tangga," ujar Sehan.
Kenaikan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) ini diduga terjadi akibat minimnya pasokan di pangkalan resmi, sehingga masyarakat terpaksa membeli dari spekulan atau pengecer dengan harga tinggi.
Menanggapi masalah ini, Sehan berharap adanya langkah nyata dari pihak Pertamina untuk meninjau kembali kuota distribusi di wilayah Maluku Tenggara. Selain itu, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk menindak oknum-oknum yang sengaja melakukan penimbunan atau menjual di atas harga kewajaran.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian terkait normalisasi pasokan agar kebutuhan dasar rumah tangga ini kembali stabil dan terjangkau.