Arca Kristus Raja Tiba di Arui Das, Disambut Tarian dan Doa Adat
- 11 Mar 2026 15:29 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Umat Katolik Stasi Santa Theresia Arui Das menyambut kedatangan Arca Kristus Raja Semesta Alam dengan penuh sukacita meski diguyur hujan, namun prosesi tersebut tetap berlangsung lancar di depan pintu masuk Stasi Arui Das dan diikuti umat dari kedua stasi, setelah dilakukan serah terima dari umat Stasi Arui Bab dalam sebuah prosesi sederhana namun khidmat, Senin 9 Maret 2026.
Dalam acara serah terima Arca Kristus Raja Semesta Alam diserahkan secara simbolis oleh umat Stasi Arui Bab kepada umat Stasi Arui Das sebagai bagian dari rangkaian perarakan arca yang sementara berkeliling di wilayah Paroki Hati Kudus Yesus Arui. Dilanjutkan dengan doa adat yang dipimpin para tetua adat setempat sebagai ungkapan syukur sekaligus memohon berkat bagi umat yang merima kunjungan Arca Kristus Raja.
Doa adat tersebut mencerminkan perpaduan nilai iman Katolik dan kearifan budaya lokal yang masih dijaga kuat oleh masyarakat. Usai doa adat, umat Stasi Arui Das menampilkan tarian penyambutan sebagai bentuk penghormatan dan sukacita atas kedatangan Arca Kristus Raja di wilayah mereka. Tarian tradisional itu berlangsung meriah meskipun hujan masih turun.
Selanjutnya, Arca Kristus Raja diarak oleh seluruh umat menuju gereja Stasi Arui Das. Dengan penuh khidmat, arca tersebut kemudian ditakhtakan di tempat yang telah disiapkan untuk menjadi pusat devosi umat selama masa kunjungan.
Ketua Dewan Stasi Arui Das, Feliks Takndare, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan umat atas kedatangan Arca Kristus Raja Semesta Alam di stasi mereka.
"Kami umat Stasi Arui Das merasa sangat bangga dan penuh sukacita karena Arca Kristus Raja akhirnya tiba dan dapat mengunjungi umat di stasi kami," ungkapnya.
la menjelaskan bahwa berdasarkan program paroki yang telah disepakati bersama, Arca Kristus Raja akan berada di Stasi Arui Das selama 70 hari. Selama masa tersebut umat akan melaksanakan berbagai kegiatan doa, devosi, serta penghormatan kepada Kristus Raja Semesta Alam sebagai bagian dari penguatan iman dan kehidupan rohani umat.
Sebagaimana diketahui, perarakan Arca Kristus Raja Semesta Alam yang mengelilingi paroki-paroki dan stasi di wilayah Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya merupakan sebuah tradisi Gereja Katolik yang telah berlangsung selama ini. Tradisi tersebut menjadi sarana penguatan iman umat sekaligus mempererat kebersamaan dalam kehidupan menggereja.
Pada tahun 2026, Arca Kristus Raja Semesta Alam dipusatkan di Paroki Hati Kudus Yesus Arui. Paroki ini membawahi lima stasi, yakni Stasi Amdasa, Stasi Sangliat Dol, Stasi Sangliat Krawain, Stasi Arui Bab, dan Stasi Arui Das.
Arca Kristus Raja Semesta Alam sebelumnya diserahkan oleh Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD. Ponsio Ongirwalu kepada pastor dan umat Paroki Hati Kudus Yesus Arui pada November 2025 lalu, bertepatan dengan puncak perayaan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam di lokasi ziarah rohani Findruar, Olilit Timur.
Sepanjang tahun 2026, arca Kristus Raja Semesta Alam akan ditahtakan secara bergiliran di setiap stasi dalam wilayah Paroki Hati Kudus Yesus Arui. Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan pastoral tersebut, Arca Kristus Raja Semesta Alam akan diserahkar pada puncak perayaan Kristus Raja Semesta Alam di Findiar pada November mendatang.
Selama arca berada di masing-masing stasi, umat diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam kehidupan doa melalui ibadat, adorasi, serta berbagai kegiatan rohani sebagai bentuk penghormatan kepada Kristus Raja Semesta Alam.
Feliks Takndare juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya prosesi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah desa, Dewan Pastoral Stasi, para tetua adat, dan seluruh umat menjadi kunci sehingga kegiatan penjemputan dan serah terima Arca Kristus Raja dapat berlangsung dengan baik.
"Kerja sama semua pihak sangat membantu sehingga penjemputan dan serah terima Arca Kristus Raja hari ini dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Prosesi tersebut sekaligus menjadi momentum kebersamaan umat dalam memadukan iman, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Arui Das.